Semua Pengetahuan Ada Disini

Pengetahuan

Pengertian Asas Kewarganegaraan Tunggal Dan Ganda

Pengertian Asas Kewarganegaraan Tunggal Dan Ganda

1. Asas kewarganegaraan tunggal

Indonesia menetapkan bahwa setiap warga negara wajib hanya memiliki satu kewarganegaraan dan tidak boleh memiliki lebih dari itu. Apakah anda tahu apa itu asas kewarganegaraan tunggal? Iya benar sekali. Asas kewarganegaraan tunggal yaitu setiap warga negara wajib hanya diperbolehkan memiliki satu kewarganegaraan saja. Asas ius soli atau ius sanguinis di tetapkan sebagai asas untuk memilih kewarganegaraan, Indonesia adalah salah satu negara pengikut asas ius soli. Akan tetapi bagi anak yang memiliki kewarganegaraan ganda mereka bisa memilih salah satu negara yang mereka inginkan.

Indonesia sejatinya memang menganut asas ius sanguinis yaitu kewarganegaraan berdasar keturunan. Akan tetapi, jika didalam kondisi dimana orang tua seorang anak kehilangan kewarganegaraannya disebabkan karena Penyebab hilangnya kewarganegaraan Indonesia, bukan berarti bahwa anakanya juga kehilangan atau tidak punya kewarganegaraan yang biasa kita sebut apatride. Anak tersebut akan tetap memiliki kewarganegaraan serta perlindungan hukum dari pemerintah Indonesia.

– Baca Juga :

2. Asas kewarganegaraan ganda

Asas kewarganegaraan ganda yaitu memberikan hak memiliki dua kewarganegaraan bagi seorang warga negara yang berbanding terbalik dengan asas kewarganegaraan tunggal yang hanya membolehkan memiliki satu kewarganegaraan. Memang Indonesia tidak menganut asas ini. Akan tetapi, negara kita indonesia menerapkan asas kewarganegaraan ganda berbatas. Maksud dari asas kewarganegaraan ganda berbatas yaitu jika anak yang lahir dari perkawinan antara orang tua yang memiliki kewarganegaraan yang berbeda maka anak tersebut bisa memiliki dua kewarganegaraan dengan syarat batas umur 18 tahun dan paling lambat 3 tahun setelah menginjak 18 tahun untuk menentukan kewarganegaraan yang mana yang akan dia dipilih.

Apakah anda masih ingat bahwa Kewarganegaraan ganda sempat beberapa kali menjadi kasus dan dijadikan buah bibir atau pembicaraan oleh bangsa Indonesia. Contoh Kasus kewarganegaraan ganda yang pernah terjadi di indonesia yaitu : Pertama dialami oleh pemain sepakbola timnas Indonesia Irfan Bachdim, Kedua dialami oleh anggota Paskibraka 2016 yaitu Gloria Natapradja, serta mantan Menteri ESDM yaitu Archandra Tahar. Sebenarnya Kebijakan kewarganegaraan ganda ini bisa menjadi hal yang positif bagi anak-anak tersebut. Akan tetapi kewarganegaraan ganda atau bipatride mengharuskan anak-anak tersebut tunduk pada hukum dua negara. Memang menganut hukum dua negara memang tidak bermasalah, Akan tetapi akan menjadi bermasalah apabila hukum kedua negara tersebut saling bertentangan.

Asas kewarganegaraan ganda ini ditetapkan sejak berlakunya UU Kewarganegaraan pada Agustus 2006 Di Indonesia. Maka dari itu, anak yang lahir sebelum UU tersebut ditetapkan mereka masih belum bisa mendapatkan otomatis kewarganegaraan ganda di negara Indonesia. Contoh kasusnya yang pernah terjadi pada Gloria Natapradja pada 2016 lalu. Dia lahir sebelum UU kewarganegaraan disahkan dan dia harus harus mengajukan permohonan untuk mendapat kewarganegaraan Indonesia. Ternyata Gloria juga memiliki paspor negara Perancis yang menandakan bahwa dia memiliki kewarganegaraan asing. Gloria yang digugurkan dari tim Arjuna Paskibraka 2016 tepat sebelum ia bertugas mengibarkan bendera pada upacara peringatan HUT RI ke-71 di komplek Istana Negara 2016 Karena disebabkan oleh karena perihal tadi.

Demikianlah artikel tentang ” Pengertian Asas Kewarganegaraan Tunggal Dan Ganda ” Jika kalian merasa belum puas kalian bisa mengunjugi link ini halangrintang.com

Leave a Reply