Semua Pengetahuan Ada Disini

Pengetahuan

Contoh Makalah Tentang Konsep Dasar Manajemen

konsep dasar manajemen

Halangrintang.com – Contoh Makalah Konsep Dasar Manajemen . Kalian pasti ada tugas untuk membuat makalah tentang konsep dasar manajemen kan? Admin disini mencoba membagikan hasil makalah yang bisa mimin bagikan untuk kalian, jika ada salah kata didalam makalah mimin, mimin minta maaf sebesar-besarnya.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas izin dan kehendak-Nya. Makalah ini dapat kami selesaikan pada waktunya.

Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen. Adapun yang kami bahas dalam makalah ini mengenai Konsep Dasar Manajemen. Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan terbatasnya ilmu pengetahuan kami mengenai hal yang berkenaan dengan penulisan makalah ini. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kami berterima kasih kepada dosen pengampu yakni Ibu Elmira Febri Darmayanti, S.E., M.A. yang telah memberikan limpahan ilmu yang berguna kepada kami.

Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam makalah ini kami sudah berusaha untuk dapat menyusunnya dengan baik. Tapi kami yakin makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan juga kritik untuk menyempurnakan makalah ini.

Kami berharap makalah ini dapat menjadi referensi dan berguna bagi kami dan siapapun yang membacanya.

Metro, 23 Maret 2020

Tim Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………………………….. i

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………. ii

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………….. iii

BAB I ….. PENDAHULUAN ………………………………………………………………………… 1

  1. Latar Belakang ……………………………………………………………………… 1
  2. Rumusan Masalah ………………………………………………………………… 2
  3. Tujuan ………………………………………………………………………………….. 2

BAB II….. PEMBAHASAN…………………………………………………………………………… 3

  1. Filsafat Ilmu Menajemen…………………………………………………………. 3
  2. Ilmu Dan Seni Menajemen………………………………………………………. 7
  3. Definisi Menajemen………………………………………………………………… 9
  4. Profesi Menajemen………………………………………………………….. ……. 9

BAB III … PENUTUP………………………………………………………………………………… 11

  1. Kesimpulan …………………………………………………………………………. 11
  2. Saran …………………………………………………………………………………. 11

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

             Siapapun yang menjalankan usaha tentu telah melaksanakan serangkaian kegiatan merencanakan, melaksanakan dan menilai keberhasilan dan kegagalan usahanya. Disadari atau tidak, mereka telah menempuh proses manajemen. Akan tetapi, alangkah lebih baik apabila dalam praktek usahanya mereka menerapkan pemahaman mendalam tentang ilmu manajemen, tentu usahanya akan lebih terarah dan lebih mudah mencapai tujuan.

             Ilmu manajemen sebenarnya memiliki usia yang sama dengan kehidupan manusia itu sendiri. Dikatakan demikian, dikarenakan pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak dapat terlepas dari prinsip-prinsip manajemen, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik itu disadari ataupun tidak disadari.

             Ilmu manajemen secara ilmiah lahir pada sekitar awal abad ke-20 di Benua Eropa dan Amerika. Dimana di Negara-negara tersebut sedang dilanda dengan sebuah revolusi yang kita kenal dengan nama revolusi industri. Yaitu perubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan ilmu pengetahuan yang semakin maju dan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan beragam jenisnya.

             Maka dari itu perlu bagi kita untuk mempelajari konsep dasar manajemen baik dari filsafat ilmu manajemen, ilmu dan seni manejemen, definisi manejemen, dan profesi manajemen guna untuk memperoleh ilmu dan menambah wawasan yang dapat bermanfaat baik untuk masa sekarang maupun  masa yang akan datang.

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam pembahasan makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Apa yang dimaksud Filsafat Ilmu Manajemen ?
  2. Apa yang dimaksud Ilmu dan Seni Manajemen?
  3. Bagaimana Definisi Manajemen?
  4. Bagaimana Profesi Manajemen?
  5. Tujuan
  6. Untuk mengetahui apa itu Filsafat Ilmu Manajemen.
  7. Untuk mengetahui apa itu Ilmu dan Seni Manajemen.
  8. Untuk mengetahui bagaimana Definisi Manajemen.
  9. Untuk mengetahui bagaimana Profesi Manajemen.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Filsafat Ilmu  Manajemen

Filsafat atau falsafah mempunyai banyak pengertian. Menurut Socrates, filsafat adalah suatu cara berpikir yang radikal dan menyeluruh atau cara berfikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya. Tetapi tugas filsafat tidak menjawab pertanyaan yang timbul dalam kehidupan, tetapi mempersonalkan jawaban yang diberikan. Berfilsafat adalah berfikir radikal atau sampai kepada radiksnya (akarnya), menyeluruh dan mendasar.

Filsafat Manajemen adalah bagian yang paling penting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecahan permasalahan manajerial. Filsafat manajemen memberikan dasar bagi pekerjaan seorang manajer.

Seorang manajer memerlukan kepercayaan dan nilai pokok untuk memberi petunjuk yang sesuai dan dapat dipercaya guna menyelesaikan pekerjaan.

Filsafat manajemen juga memberikan desain sehingga seorang manajer dapat mulai berpikir. Filsafat manajemen sangat berguna karena dapat dimanfaatkan untuk memperoleh bantuan dan pengikut.

       Filsafat bersifat menyeluruh, mendasar dan spekulatif. Dengan kata lain cakupan filsafat hanyalah mengenai hal-hal yang bersifat umum. Hal-hal yang bersifat khusus menjadi kajian ilmu. Jadi cakupan ilmu memang lebih sempit dari pada cakupan filsafat. Meskipun cakupan ilmu lebih sempit , kajian ilmu adalah lebih mendalam dan lebih tuntas. Telaah ilmu dari segi filosofis adalah telaah yang berusaha menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu.Telaah  tersebut dinamakan filsafat ilmu. Pertanyaan yang diusahakan untuk dijawab oleh filsafat ilmu adalah yang berkenaan dengan :

  1. Objek telaah suatu ilmu
  2. Wujud hakiki objek tersebut
  3. Hubungan antara obyek dan manusia yang membuahi ilmu dan pengetahuan
  4. Cara memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang benar.
  5. Penggunaan ilmu dan pengetahuan.

Manajemen mengandung tiga pengertian yaitu : pertama, manajemen sebagai proses, kedua manajemen sebagai kolektivitas, ketiga manajemen sebagai suatu seni (art) dan suatu ilmu. Pengertian ketiga istilah tersebut diatas diuraikan sebagai berikut :

  1. Manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Menurut Haiman, manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu dengan melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan utama bersama. Selanjutnya menurut GR. Terry mengatakan bahwa manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegitan orang lain.

Dari dua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa ada tiga pokok penting dalam defisi tersebut yaitu, pertama adanya tujuan yang ingin dicapai, kedua tujuan yang dicapai dengan mempergunakan kegiatan orang lain, dan ketiga kegiatan orang lain itu harus dibimbing dan diawasi.

  • Manajemen sebagai kolektivitas, orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi setiap orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen. Dalam arti tunggal disebut manajer. Manajer adalah pejabat yang bertanggung jawab atas terselenggaranya aktivitas–aktivitas manajemen agar tujuan unit pimimpinannya tercapai dengan menggunakan bantuan orang lain.
  • Manajemen sebagai suatu seni dan ilmu, manajemen sebagai seni berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata mendatangkan hasil atau manfaat, sedangkan manajemen sebagai ilmu berfungsi menerangkan fenomena-fenomena, kejadian-kejadian  dan keadaan-keadaan.

Dalam pembahasaan ini akan dijelaskan tentang bagaimana manajemen dari sudut ontologi, epistemologi dan aksiologi filsafat.

  1. Ontologi

          Ontologi kadang-kadang disamakan dengan metafisika. Istilah metafisika itu pertama kali dipakai oleh Andronicus dari Rhodesia pada zaman 70 tahun sebelum masehi. Artinya adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan hal-hal yang bersifat supra-fisis atau kerangka penjelasan yang menerobos melampaui pemikiran biasa yang memang sangat terbatas atau kurang memadai. Makna lain istilah metafisika adalah ilmu yang menyelidiki hakikat apa yang ada dibalik alam nyata. Jadi, metafisika berarti ilmu hakikat. Ontologi berarti ilmu hakikat.

          Yang dipermasalahkan oleh ontologi dalam ilmu manajemen adalah siapa yang membutuhkan manajemen? pertanyaan ini sering dijawab perusahaan (bisnis), tentu saja benar sebagian tetapi tidak lengkap karena manajemen juga dibutuhkan untuk semua tipe kegiatan yang diorganisasi dan dalam semua tipe organisasi. Dalam praktik manajemen dibutuhkan dimana saja orang-orang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.

          Di lain pihak setiap manusia dalam perjalanan hidupnya selalu akan menjadi anggota dari beberapa macam organisasi, seperti organisasi sekolah, perkumpulan olahraga, kelompok musik, militer ataupun organisasi perusahaan. Organsasi – organisasi ini mempunyai persamaan dasar walaupun dapat berbeda satu dengan yang lain dalam beberapa hal, seperti contoh organisasi perusahaan atau departemen pemerintah dikelola secara lebih formal dibanding kelompok musik atau rukun tetangga. Persamaan ini tercermin pada fungsi-fungsi manajerial yang dijalankan.

  • Epistemologi

Isitilah epistimologi ini pertama kali digunakan oleh J.F. Ferrir pada tahun 1854 dalam judulnya yang berjudul Institute of metaphysics. Menurut sarjana tersebut ada dua cabang dalam filsafat, ialah: empistemologi berasal dari bahasa yunani episteme yang berarti pengetahuan dan logos yang berarti teori. Jadi dengan istilah itu, yang dimaksud epistemologi adalah penyelidikan asal mula pengetahuan atau strukturnya, metodenya, dan validitasnya.

          Ruang lingkup epistemologi pada manajeman dapat dilihat dalam kaitannya dengan sejumlah disiplin ilmu yang bisa “kerja sama” seperti pendidikan, ekonomi, politik, dan lain-lain. Namun ruang lingkup itu mengalami perkembangan, sehingga pada setiap era terdapat lingkup yang khusus dalam epistemologi itu. Ruang lingkup yang khusus bisa terjadi pada disiplin ilmu manajemen itu sendiri sehingga melahirkan spesialisasi pengkajiannya. Di antara spesialisasi itu adalah :

a. Manajemen pendidikan

b. Manajemen sumber daya manusia

c. Manajemen keuangan

d. Manajemen personalia

e. Manajemen produksi , dan lain sebagainya.

          Semua epistomologi ini mempermasalahkan kemungkinan yang mendasar mengenai pengetahuan. Apakah pengetahuan yang paling murni dapat dicapai?

          Permasalahan epistemologi diilmu manajemen berkisar pada ihwal proses yang memungkinkan ditimbangnyanya pengetahuan yang berupa ilmu : bagaimana prosedurnya, apa yang harus diperhatikan untuk mendapatkan pengetahuan yang benar, apakah yang disebut kebenaran dan apa saja kriterianya, serta saran apa yang membantu orang mendapatkan pengetahuan berupa ilmu.

  • Aksiologi

          Aksiologi berasal dari bahasa yunani axios yang berati ‘memiliki harga’ mempuyai nilai ‘ dam logos yang bermakna  ‘ teori ‘ atau penalaran. Sebagai suatu istilah aksiologi mempunyai arti sebagai teori tentang nilai yang diingikan atau teori tentang nilai yang baik dan dipilih. Teori ini berkembang sejak jaman Plato dalam hubungannya dengan pembahasan mengenai bentuk atau ide ( ide tentang kebaikan )

Permasalahan aksiologi ilmu manajemen (1) sifat niai , (2) tipe nilai (3) kriteria nilai dan (4) status metafisika nilai.

Sifat nilai atau paras nilai didukung oleh pengertian tentang pemenuhan hasrat,kesenangan, kepuasan, minat kemauan rasional yang murni, serta persepsi mental yang erat sebagai pertalian antara sesuatu sebagai sarana untuk menuju ke titik akhir atau menuju kepada tercapainya hasil yang sebenarnya.

Perihal tipe didapat informasi bahwa ada nilai intrinsik dan ada nilai instrumental. Nilai intrinsik ialah nilai konsumatoris atau yang melekat pada diri sesuatu sebagai bobot martabat diri. Nilai insrtrumental adalah nilai penunjang yang menyebabkan sesuatu memiliki nilai intrinsik.

Penerapan tipe nilai bagi manajemen diarahkan manajemen sebagai profesi.

  • Ilmu dan Seni Manajemen
    • Manajemen sebagai Ilmu

Manajemen sebagai ilmu adalah suatu akumulasi pengetahuan yang disistemasi atau kesatuan pengetahuan yang terorganisir.

manajemen termasuk sebagai ilmu karena memenuhi syarat-syarat sebagai ilmu yaitu:

  1. Tersusun secara Sistematis dan Teratur

Tersusun secara sistematis dan teratur, manajemen memiliki serangkaian tahap kegiatan fungsi secara berkaitan mulai dari menentukan sasaran sampai berakhirnya sasaran atau tercapainya tujuan. Dalam hal ini, beberapa pakar mengklasifikasikan dengan berlainan pendapat, namun pada hakikatnya meliputi: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan.

  • Objektif Rasional sehingga dapat Dipelajari

Mengenai objek manajemen, yaitu: apa yang menjadi sasaran atau kajian penyelidikan manajemen. Sebagai objek adalah “manusia” itu sendiri. Tetapi bukan manusia pada umumnya melainkan manusia dalam usaha kerja sama. Sebagai usaha kerja sama itu tidak bisa dengan dirinya sendiri akan tetapi melalui orang lain. Jadi objek manajemen adalah manusia dalam hal ini cara memanfaatkan orang-orang untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan di sini adalah tujuan yang hendak dicapainya sesuai dengan bidang kegiatannya, sepertinya: bidang keuangan, bidang pemasaran, bidang perkantoran, bidang akuntansi dan semacamnya.

  • Menggunakan Metode Ilmiah

Seperti halnya dengan bidang lain yang menggunakan metode deduksi dan induksi. Melakukan metode deduksi yaitu metode yang bersifat rasional bersumber dari rasio atau akal pikiran. Melakukan penyelidikan dengan bertitik tolak pada pengetahuan umum untuk sampai kepada pengetahuan khusus yang baru. Pengetahuan umum ini bisa berupa konsep atau teori mengenai sesuatu. Di dalam manjemen sesungguhnya perencanaan, motivasi adalah suatu teori umum, sedangkan pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan merupakan teori khusus. Dari teori umum (perencanaan dan motivasi) inilah manajemen bertitik tolak melaksanakan kegiatan secara sistematis, efektif dan efisien menurut teori-teori khusus sebagai pedoman. Cara menggunakan orang sesungguhnya bertumpu pada perencanaan dan teori-teori motivasi dan sebagainya. Sedangkan metode induktif yaitu bersifat empirik, bersumber dari pengalaman konkrit. Melakukan penyelidikan dengan bertitik tolak dari pengetahuan khusus untuk sampai pada pengetahuan umum. Di dalam manajemen sesungguhnya pengalaman praktis dalam pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dan lain-lain sebenarnya merupakan in-puit dalam membuat perencanaan yang bersifat umum.

  • Dapat Dijadikan suatu Teori

Di sini teori manajemen tidak diragukan lagi karena sudah dipelajari dan dikembangkan melalui lembaga pendidikan dan pelatihan dengan manajemen merupakan salah satu mata pelajaran yang dicantumkan dalam kurikulum bahkan terdapat jurusan yang disebut dengan jurusan “manajemen”.

  • Manajemen Sebagai Seni

          Menurut Mary Parker Follet ( Stoner 1986 ) manajemen sebagai seni untuk melakasanakan pekerjaan malalui orang-orang (The art of getting things done through people). Manajemen sebagai suatu seni, di sini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan di perlukan kerja sama dengan orang lain, dan bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar bekerja sama. Pada hakikatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing (mengatur) dan untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Jadi, manajemen di pandang sebagai seni oleh Follet karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas.
          Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen mencakup keduanya, baik sebagai ilmu maupun sebagai seni. Berarti juga, supaya seseorang dapat menjadi manajer atau pemimpin yang baik, di samping harus memiliki pengetahuan tentang ilmu manajemen, juga harus memiliki seni manajemen.

  • Definisi Manajemen

Secara umum pengertian manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen memiliki kegiatan memimpin, mengatur, mengelola, mengendalikan, dan mengembangkan.

Banyak ahli telah mendefinisikan manajemen dengan pemahaman mereka masing-masing. Berikut ini adalah definisi manajemen menurut para ahli di dunia.

  1. Van Fleet dan Peterson mendefinisikan manajemen sebagai serangkaian kegiatan yang diarahkan pada pemanfaatan sumber daya secara efisien dan efektif dalam mengejar satu atau lebih tujuan.
  2. Megginson, Mosley dan Pietri mendefinisikan manajemen sebagai pekerjaan yang melibatkan sumber daya manusia, keuangan dan fisik untuk mencapai tujuan organisasi dengan melakukan fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian.
  3. Sementara Kreitner berpendapat bahwa manajemen adalah proses penyelesaian masalah untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif melalui penggunaan sumber daya secara efisien sesuai dengan perkembangan.
  4. Menurut F. Taylor, manajemen adalah seni mengetahui apa yang harus dilakukan, kapan harus dilakukan dan melihat bahwa itu bisa dilakukan dengan cara terbaik dan termurah.

            Salah satu aspek kunci dalam manajemen adalah bagaimana manajer dapat mengenali peran dan pentingnya para pihak yang akan menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Para manajer harus mengakui bahwa tidak akan dapat mencapai tujuan perusahaan seorang diri, melainkan melalui kerja sama dengan orang lain.

  • Profesi Manajemen

Pengertian manajemen sebagai profesi adalah semua jenis kegiatan selalu harus dimanajemeni oleh semua orang sesuai dengan aturan yang jelas. Kegiatan manajemen mulai dari perusahaan, organisasi, dan untuk dirinya sendiri, baik sebagai kepala instansi perusahaan, organisasi dan lain sebagainya.

Dengan demikian seseorang yang mempunyai profesi (tanggung jawab atas pekerjaannya) akan melakukan manajemen secara efisien dan efektif untuk keberhasilan yang diinginkan.

Melalui alasan tersebut maka manajemen memiliki sifat profesi dimana terdapat beberapa penekanan yang mengarah kepada kesimpulan tersebut.

  • Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam situasi dan lingkungan. Misalkan akademi pendidikan profesi manajemen, kursus-kursus dan program-program latihan dan lain sebagainya, yang bertujuan mendidik siswanya menjadi seorang professional.
  • Para Professional memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu, ini tidak didasarkan pada keturunan, favoritas, suku bangsa, agama, dan kriteria-kriteria lainnya.
  • Para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat.

Dengan demikian profesi adalah suatu pekerjaan yang menuntut persyaratan tertentu. Seperti halnya dengan manajemen sebagai profesi maka dituntut persyaratan tertentu seperti yang telah disebutkan di atas.

Oleh karena itu penilaian terhadap manajer lebih sulit dibandingkan penilaian terhadap profesi lain seperti bidan, polisi, tentara, guru sejenisnya.

Pada akhirnya manajemen sebagai profesi menuntut para professional agar bekerja sesuai dengan kode etik untuk melindungi klien mereka. Manajemen saat ini lebih mengarah pada kecenderungan meningkatkannya profesionalisme baik dalam dunia bisnis maupun organisasi non-profit.

Penilaian manejemen sangat komprehensif tidak hanya melihat dari fungsionalnya saja seperti pemasaran, keuangan, sumber daya manusia dan lain-lain. Akan tetapi penguasaan terhadap manajemen waktu dan operasional juga sangat diperhitungkan.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dapat di simpulkan dari makalah ini, bahwa manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Bahkan pada ilmu fisafat bagian yang paling penting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecahan permasalahan manajerial. Dan dengan profesi manajemen semua jenis kegiatan selalu harus dimanajemeni oleh semua orang sesuai dengan aturan yang jelas. Kegiatan manajemen mulai dari perusahaan, organisasi, dan untuk dirinya sendiri, baik sebagai kepala instansi perusahaan, organisasi dan lain sebagainya.

Manajeman juga sebagai ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan, salah satunya adalah untuk terwujudnya suasana kerja yang aktif, inovatif, kreaktif, efektif, menyenangkan dan bermakna bagi karyawan atau anggota.

  • Saran

       Konsep manajemen adalah ilmu yang diterapakan kesemua aspek sebagai tatanan didalam kehidupan, ini perlu diterapkan bukan hanya pada organisasi atau perusahaan saja, melainkan individu juga harus mempunyai manajemen agar kehidupannya terarah dan teratur serta mencapai tujuan yang diinginkan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Andani, Meri., 2017 “Makalah Pengantar Manajemen”. 18 Maret 2020. https://meriandanimuslimah.blogspot.com/2017/04/makalah-pengantar-manajemen-di-susun.html?m=1

“Pengertian Manajemen Sebagai Ilmu, Seni, dan Profesi”.18 Maret 2020. https://meriandanimuslimah.blogspot.com/2017/04/makalah-pengantar-manajemen-di-susun.html?m=1

“Pengertian Manajemen Secara Lengkap, Unsur-Unsur Dan Fungsinya”. 19 Maret 2020.https://cpssoft.com/blog/bisnis/pengertian-manajemen-secara-lengkap/Dwi.,

”Pengertian Manajemen Secara Umum”. 19 Maret 2020. https://umum-pengertian.blogspot.com/2016/01/pengertian-manajemen-secara-umum-adalah.html

“Pengertian Manajeman sebagai Ilmu, Seni, dan Profesi” 19 Maret 2020. https://lenterakecil.com/pengertian-manajemen-sebagai-ilmu-seni-dan-profesi/

“Pengertian Manajemen Sebagai Ilmu, Seni dan Profesi” 20 Maret 2020              https://jurnalmanajemen.com/manajemen-sebagai/ Solihin, Ismail., 2009. ”Pengantar Manajemen”. Penerbit E

Demikianlah artikel tentang ” Contoh Makalah Konsep Dasar Manajemen ” Jika kalian merasa belum puas kalian bisa mengunjugi link ini halangrintang.com

Leave a Reply