Halang Rintang

Semua Pengetahuan Ada Disini

Pengetahuan

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR ” MANUSIA Dan PENGABDIAN “

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR

Halangrintang.com – MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR ” MANUSIA Dan PENGABDIAN ” . Kalian pasti ada tugas untuk membuat MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR ” MANUSIA Dan PENGABDIAN ” ? Admin disini mencoba membagikan hasil makalah yang bisa mimin bagikan untuk kalian, jika ada salah kata didalam makalah mimin, mimin minta maaf sebesar-besarnya.

KATA PENGANTAR

Rasa Syukur yang dalam penulis sampaikan ke hadirat Allah S.W.T., karena hanya berkat rahmat dan ridho Nya, penyusunan makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai dengan yang diharapkan .Dalam makalah yang berjudul ” Manusia & Pengabdian atau Pengorbanan ” ini, penulis membahas seluk beluk berkaitan dengan Manusia & Pengabdian atau Pengorbanan.

Makalah ini disusun dalam rangka memperdalam pemahaman masalah seputar Manusia & Pengabdian atau Pengorbanan yang sangat diperlukan dalam kehidupan Kita.

Dalam proses penyelesaian makalah ini, tentunya penuli mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi, dan saran. untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini.

Seperti kata pepatah ” Tak ada gading yang tak retak “, penulis sangat menyadari bahwa makalah yang penulis buat ini masih jauh dari kata sempurna karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik lagi. semoga makalah ini mampu memberikan tambahan wawasan bagi pembaca dan nilai bagi para pembaca yang berkeinginan mengetahui hal hal seputar Manusia & Pengabdian atau Pengorbanan

Demikian makalah ini penulis susun. apabila ada kesalahan dalam penulisan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya dan sebelumnya penulis mengucapkan terima kasih.

Baandar Lampung, 24 Maret 2020

Kelompok 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Manusia merupakan mahluk individual (pribadi), manusia juga mahluh sosial (berkmasyarakat) dan manusia juga merupakan mahluk pengabdi dalam batasan seorang hamba (religi) artinya adalah manusia itu sendiri sebagai mahluk tuhan. Jika ditinjau dari definisi manusia dari aspek tersebut diatas maka tidak akan terlepas peranan manusia di dunia ini yang mencakup ketiganya secara sederhana namun kompleks. Sehingga dari pernyataan dan definesi tersebutlah dapat disimpulkan bahwa manusia adalah mahluk pembelajar.

Karena manusia pada hakikatnya adalah mahluk pembelajar, maka diperlukan sebuah kontrol sistem dalam sebuah pemainan karakter didunia ini, yaitu Pengabdian atau pengorbanan.Pengabdian merupakan salah satu wujud tanggung jawab. Pengabdian itu sendiri memiliki arti suatu perbuatan baik sebagai wujud rasa kasih sayang yang dilakukan dengan ikhlas.

1.2 Rumusan Masalah

Apakah pengertian dari Manusia itu ? Apakah pengertian dari Pengabdian? Apakah pengertian dari pengorbanan?

Apakah macam-macam dari Pengabdian dan Pengorbanan ? Apa perbedaan dari pengabdian dan pengorbanan?

1.3 Tujuan Pembahasan

Tujuan dari pembahasan materi ini adalah untuk mengetahui lebih jelas tentang pengabdian atau pengorbanan yang dialami oleh manusia dan bentuk-bentuk dari pengabdian atau pengorbanan yang dialami manusia.

Bab II

Pembahasan

1.1 Pengertian Manusia

Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan.

Manusia diciptakan Tuhan sangat istimewa dan berbeda dengan binatang karena manusia terdiri dari roh, tubuh, dan jiwa, sedangkan binatang terdiridari tubuh dan jiwa. Manusia dan binatang sama sama memiliki tubuh dan jiwa, tetapi hanya manusia yang memiliki roh. Tanda manusia dan binatang memilki jiwa adalah dapat merasakan takut, sedih, dan senang.Sedangkan tanda manusia memilki roh sedangkan binatang tidak adalahmanusia dapat membedakan baik dan benar, sehingga semua manusia dapat bertanggung jawab dan berkorban.

Pengertian Pengabdian Dan Macam-Macamnya

a. Pengabdian

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan, kesetiaan antara lain kepada raja, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dan semua dilakukan dengan ikhlas.

Timbulnya pengabdian itu pada hakikatnya ada rasa tanggung jawab. Apabila kita bekerja keras dari pagi sampai sore dibeberapa tempat untuk memenuhu kebutuhan rumah tangga kita, itu berarti mengabdi kepada keluarga, karena kasih sayang kita pada keluarga. Lain halnya jika keluarga kita membantu teman, karena ada kessulitan, mungkin sampai

berhari-hari ikut menyelesaikannya sampai tuntas, itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja.

Pengertian pengabdian menurut WJS. Poerwodarminto adalah hal-hal yang berhubungan dengan mengabdi. Mengabdi adalah suatu penyerahan diri kepada “suatu” yang dianggap lebih, biasanya dilakukan dengan ikhlas, bahkan diikuti pengorbanan. Dimana pengorbanan berarti suatu pemberian untuk menyatakan kebaktian, yang dapat berupa materi, perasaan, jiwa raga. Dengan begitu,Pengabdian adalah perbuatan baik yang  berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, honnat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.

b. Macam-macam Pengabdian

  • Pengabdian kepada Tuhan

Manusia tidak ada sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kapada Tuhan Yanag Maha Esa. Selain itu juga manusia harus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.Contoh :Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zhakat, melaksanakan kurban dan sebagainya. Itu semua tidak lain adalah untuk pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  • Pengabdian kepada Masyarakat

Manusia dalah anggota masyarakat, ia tidak dapat hidup tanpa orang lain, karena tiap-tiap orang lain saling membutuhkan. Bila seseorang yang hidup di masyarakat tidak mau memesyarakatkan diri dan selalu mengasingkan diri, maka apabila mempunyai kesulitan yang luar biasa, ia akan ditertawakan oleh masyarakat, cepat atau lambat ia akan menyadai dan menyerah kepada masyarakat lingkungannya.

Oleh karena itu, demi masyarakat, anggota mayarakat harus mau mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia harus mempunyai rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Oleh karena nama baik tempat ia tinggal, membawa nama baiknya pula. Bila remaja masyarakat kampungnya terkenal dengan “remaja berandal” suka berkelahi, mengganggu orang, atau

merampas hak orang lain, maka bagaimanapun juga ia akan merasa malu.Contoh :Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikkan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun dia lakukan demi kemajuan desanya

  • Pengabdian kepada Raja

Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang melindunginya; walaupun sekarang banyak terjadi.Contoh :Seorang gadis dengan sukarela dijadikan selir oleh rajanya

  • Pengabdian kepada Negara

Manusia pada hakikatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau warga negara suatu negara. Karena itu seseorang wajib mencintai bangsa dan negaranya. Mencintai ini biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian. Tidak ada arti cinta tanpa pengabdian. Timbul karena orang merasa ikut bertanggung jawab terhadap keselastrian Negara dan demi persatuan dan kesatuan bangsa.Contoh :Dalam usaha untuk merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda yang mendaftarkan diri sebagai sukarelawan

  • Pengabdian kepada Harta

Terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga tindakan-tindakannya semata-mata demi harta, akibatnya ia diperbudak oleh harta; kadang-kadang dia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan hartanya, yang akhirnya sama saja diartikan ia tidak dapat menikmati hartanya.

  • Pengabdian kepada Keluarga

Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Hidup berkeluarga ini didasarkan cinta dan kasih sayang. Kasih sayang ini mengandung pengertian pengabdian dan pengorbanan. Tidak ada kasih sayang tanpa pengabdian. Bila ada kasih sayang tidak disertai  pengabdian. Berarti kasih sayang itu palsu atau semu. Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa pengabdian kepada istri dan anak-anak, istri kepada suami dan anak- anaknya, anak-anak kepada orang tuanya.

1.2 Pengertian Pengorbanan dan Macam-macamnya

a. Pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.

Menurut kamus umum bahasa indonesia Wjs. Poerwodarminto, korban berarti:

  1. Pemberian untuk menyatakan kebaktian (kerelaan hati dan sebagainya). Misalnya: inilah korban ku untuk nusa dan bangsa.
  2. Orang yang menderita kecelakaan karena perbuatan sendiri atau orang lain. Misal: banyak orang yang menjadi korban permainan judi.
  3. Korban jiwa karena tertimpa bencana bumi di Kerinci, Jambi, bertambah banyak.

Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwannya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas, tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.

b. Macam-macam Pengrbanan

  • Pengorbanan kepada keluarga

Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Dasar hidup berkeluarga adalah kasih sayang. Kasih sayang memerlukan pengorbanan. Tanpa pengorbanan tidak ada kasih sayang atau tidak ada cinta.

  • Pengorbanan kepada masyarakat

Manusia adalah makhluk sosial, karena manusia tidak dapat hidup sendiri, dan saling membutuhkan. Sebagai makhluk sosial, manusia merasa terika dengan masyarakatnya. Karena itu, demi pengabdiannya kepada masyarakat ia tidak bebas dari pengorbanan.

  • Pengorbanan kepada bangsa dan negara

Setiap orang dibumu ini mengakui bahwa manusia merupakan anggota suatu bangsa dan warga negara suatu negara. Semua orang pasti menjadi anggota atau warga dari suatu bangsa atau negara dan mempunyai kewajiban antara lain membela negara. Pembelaan itulah disebut pengorbanan.

Demi negara tiap orang tidak sayang kehilangan harta, benda, bagian badan, bahkan nyawa pun dipertaruhkan dengan ikhlas. Kapan saja dan dimana saja berada mereka berkewajiban membela negara.

  • Pengorbanan karena kebenaran

Ada peribahasa “Berani Karena Benar, Takut Karena Salah”. Demi kebenaran orang tidak takut mengahadapi apa pun. Perang kemerdekaan itu pada hakiakatnya adalah perang untuk membela kebenaran. Menurut kodratnya, manusia mempunyai hak hidup dan hak kemerdekaan hidup. Oleh karena itu penjajahan dibumi bertentangan dengan kodrat alam. Dalam membela kebenaran ini biasanya banyak korban berjatuhan.

  • Pengorbanan kepada agama

Berkorban kepada agama berarti juga berkorban demi cintanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini terjadi karena adanya manusia bukan dengansendirinya, tetapi ada

karena diciptakan Tuhan. Karena itu wajiblah manusia berkorban demi cintanya kepada agama dan juga Penciptanya. Agama pada hakikatnya adalah kebenaran, karena itu dalam berkorban demi agama atau kebenaran, manusia tidak sayang kehilangan harta, tenaga, waktu, bahkan nyawanya pun rela dikorbankan.

1.3 Perbedaan antara Pengabdian dan Pengorbanan

a. Perbedaan Pengabdian dan Pengorbanan

Pengabdian dan pengorbanan sama-sama merupakan perwujudan dari tanggung jawab namun perbedaan antara kedua hal tersebut tidak begitu jelas. Karena dimana ada pengabdian pasti akan selalu ada pengorbanan. Jika jika kita mengabdi kepada sesuatu atau seseorang pasti akan selalu disertai pengorbanan. Misalnya antara sesama teman tidak dapat dikatakan pengabdian karena tingkatannya lebih rendah tingkatannya dibanding pengabdian. Kita membantu teman dalam kehidupan sehari-hari memang sudah menjadi suatu hal yang wajar. Tanpa mengharapkan akan mendapat imbalan dan dilakukan dengan tulus ikhlas namun bukan berarti hal seperti itu adalah bentuk suatu pengabdian.

Karena kita bukanlah abdi mereka. Hal seperti itu tergolong kepada bantu membantu saja antar teman. Nah di dalam bantuan tersebut yang kita berikan, pasti akan ada saja hal yang kita korbankan untuk membantu teman kita tersebut. Misalnya mengorbankan waktu, pikiran, ataupun materi. Jadi kepada sesama teman lebih kepada pengorbanan sedangkan kepada keluarga, negara, dan Tuhan dapat dikatakan pengabdian karena tingkatannya memanglah berbeda. Karena pengorbanan kepada teman untuk membantu bukan untuk mengabdi. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian yang diserahkan secara ikhlas. Pengabdian lebih kepada perbuatan sedangkan pengorbanan biasanya berupa pemberian sesuatu baik secara materi maupun non materi. Dalam pengabdian akan selalu dituntut pengorbanan, namun dalam pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR – Pada dasarnya Pengabdian atau Pengorbanan dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu bentuk ketaatan manusia terhadap tuhannya atau sesama manusi lainnya. Orang  yang mengabdi adalah orang yang menyerahan diri kepada “suatu” yang dianggap lebih, biasanya dilakukan dengan ikhlas, bahkan diikuti pengorbanan.

Akibat yang di timbulkan dari sebuah pengorbanan adalah suatu hasil yang di harapkan seseorang setelah melakukan hal yang mulia. Hasil ini biasanya bersifat positif dan membuat orang merasa hutang budi kepada orang yang berkorban. Hutang budi ini biasanya sulit untuk di lupakan seseorang dan akan selalu teringat pengorbanan orang yang berkorban.

3.2 Saran

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR – Sebagai seorang manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan,kenegaraan serta bermsyarakat maka manusia tersebut hendaklah menjadi sesorang yang berguna.Untuk mewujudkan hal tersebut maka hendaklah sebagai manusia dituntut untuk selalu mengabdi serta berkorban agar terciptanya suatu kehidupan yang seimbang.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, M. Daud. 1998. Pendidikan Agama Islam. PT RajaGrafindo Persada : Jakarta.

Hartono, Drs., dkk., Ilmu budaya dasar: Untuk Pegangan Mahasiswa, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1991.

Suyadi M.P. Drs., Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar, Depdikbud U.T. 1984-1985.

Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma

Demikianlah artikel tentang ” MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR ” MANUSIA Dan PENGABDIAN ” ” Jika kalian merasa belum puas kalian bisa mengunjugi link ini halangrintang.com

Leave a Reply

Theme by Anders Norén