Halang Rintang

Semua Pengetahuan Ada Disini

Pengetahuan

CONTOH MAKALAH TATA KALIMAT, KALIMAT EFEKTIF ATAU KALIMAT KOMUNIKATIF

CONTOH MAKALAH TATA KALIMAT

Halangrintang.com – CONTOH MAKALAH TATA KALIMAT, KALIMAT EFEKTIF ATAU KALIMAT KOMUNIKATIF. Admin disini mencoba membagikan hasil makalah yang bisa mimin bagikan untuk kalian, jika ada salah kata didalam makalah ini, mimin minta maaf sebesar-besarnya.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Tata Kalimat, Kalimat Efektif atau Kalimat Komunikatif ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh pak …  pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Tata Kalimat, Kalimat Efektif atau Kalimat Komunikatif  bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak …. selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni.

Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Bandar Lampung, 21 April 2020

Kelompok 8

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAr……………………………………………………………………………………. ii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………….. 1

  1. Latar Belakang masalah………………………………………………………………………. 1
  2. Rumusan Masalah………………………………………………………………………………. 1
  3. Tujuan Penulisan………………………………………………………………………………… 2

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………………… 3

  1. Tata Kalimat………………………………………………………………………………………. 3
  2. Kalimat Efektif………………………………………………………………………………….. 9
  3. Kalimat Komunikatif………………………………………………………………………….. 11

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………… 13

  1. Kesimpulan……………………………………………………………………………………………. 13
  2. Saran…………………………………………………………………………………………………….. 13

DAFTAR RUJUKAN………………………………………………………………………………….. 14


BAB 1

PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang

CONTOH MAKALAH TATA KALIMAT – Bahasa adalah sarana berpikir baik untuk menyampaikan pesan kepada orang lain maupun untuk menerima pesan dari orang lain. Pikiran yang disampaikan dalam pembicaraan atau tulisan diungkapkan melalui rangkaian kata yang terpilih dan tersusun menurut kaidah tertentu. Bahasa sebagai simbol yang bermakna terdiri atas satuan-satuan tertentu yang secara fungsional saling berhubungan sebagai suatu sistem. Satuan terkecil yang mengandung makna berupa kata atau frasa (kelompok kata), sedangkan satuan yang lebih besar yang mengandung pikiran berupa kalimat.

Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna. Intonasi final kata dalam bahasa tulis adalah berupa tanda baca titik, tanda tanya, atau tanda seru. Penetapan struktur minimal S dan P dalam hal ini menunjukkan bahwa kalimat bukanlah semata-mata gabungan atau rangkaian kata yang tidak mempunyai kesatuan bentuk. Lengkap dengan makna menunjukkan sebuah kalimat harus mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkap maksud penuturannya. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan bahasa sebagai sarana berpikir dan berkomunikasi banyak ditentukan oleh penguasaan kaidah kalimat yang didukung oleh kosakata yang memadai.

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Kalau gagasan yang disampaikan sudah tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas, dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Akan tetapi, kadang-kadang harapan itu tidak tercapai. Misalnya, ada sebagian lawan bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang dituliskan. Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit. Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan. Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah (Mustakim, 1994:86).

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa yang dimaksud dengan tata kalimat?
  3. Apa saja unsur-unsur dari tata kalimat?
  4. Apa yang dimaksud dengan frasa dan klausa?
  5. Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif dan kalimat komunikatif?
  6. Apa saja syarat-syarat dari kalimat efektif dan kalimat komunikatif?
  1.  Tujuan
  2. Menjelaskan yang dimaksud dengan tata kalimat.
  3. Menjelaskan unsur-unsur dari tata kalimat.
  4. Menjelaskan yang dimaksud dengan frasa dan klausa
  5. Menjelaskan yang dimaksud dengan kalimat efektif dan kalimat komunikatif.
  6. Menjelaskan tentang syarat-syarat dari kalimat  efektif dan kalimat komunikatif.

BAB II

PEMBAHASAN

  •   Tata Kalimat

CONTOH MAKALAH TATA KALIMAT – Tata dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah kaidah, aturan, dan susunan; cara menyusun; sistem (biasanya digunakan dalam kata majemuk).

Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Tata kalimat adalah kaidah penyusunan kata sehingga menjadi kalimat yang baik dan benar dan mempunyai arti.

2.1.1 Unsur – Unsur Tata Kalimat:

1. Subjek

Unsur kalimat yang disebut subjek dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan siapa atau apa.

Misalnya: Maricha merangkai respirometer.

Dalam kalimat Maricha merangkai respirometer, jawaban atas pertanyaan siapa yang merangkai respirometer adalah Maricha. Dengan demikian, Maricha dalam kalimat tersbeut merupakan subjek.

2.Predikat

Unsur predikat dalam kalimat dapat diketahui dari sesuatu  yang sedang dibicarakan oleh subjek tersebut

Misalnya: Herlina membuat preparat.

Dalam kalimat Herlina membuat preparat, sesuatu yang sedang dibicarakan Herlina adalah  membuat. Dengan demikian, mermbuat dalam kalimat tersebut merupakan predikat.

3. Objek

Objek merupakan unsur kalimat yang digambarkan sebagai sesuatu aktivitas subjek. Unsur yang disebut objek hanya terdapat dalam kalimat yang predikatnya berupa kata kerja transitif. Objek dalam suatu kalimat bersifat wajib dan tidak dapat dihilangkan.

Misalnya: Atu Irma mengiris daun Mirabbilis jalapa secara melintang.

Dalam kalimat tersebut mengiris merupakan predikat yang berupa kata kerja transitif sehingga kata setelahnya yaitu daun merupakan objek dari kalimat tersebut.

4.Keterangan

Keterangan merupakan unsure kalimat yangt kehadirannya tidak wajib sehingga unsur itu dapat dihilangkan tanpa mempengaruhi keberterimaan struktur kalimatnya . Ciri – ciri keterangan adalah unsurnya bisa dipindah – pindah di awal, tengah atau akhir kalimat.

Misalnya, unsur di labolatorium  di bawah ini :

  1. Di labolatorium Alvina meneliti dinding sel Allium cepa
  2. Alvina di labolatorium meneliti dinding sel Allium cepa
  3. Alvina meneliti dinding sel Allium cepa di labolatorium

5.Pelengkap

Seperti halnya objek, unsur kalimat yang disebut pelengkap kehadirannya berisfatwajib dan tidak dapat dihilangkan. Perbedaannya adalah bahwa objek dapat menduduki fungsi subjek dalam kaliamt pasif, sedangkan pelengkap tidak dapat menduduki subjek karena kaliamatnya tidak dapat dipasifkan.

Misalnya: Nyoman menghitung dinding sel Spirogyra sp berjumlah 63 sel

2.1.2 Frasa

CONTOH MAKALAH TATA KALIMAT – Frasa adalah satuan bahasa yang secara potensial merupakan gabungan dua kata atau lebih yang tidak memiliki ciri klausa (Cook, 1971;91) atau tidak predikatif (Kridalaksana, 2001:177). Ramlan (2001:138) berpendapat frasa adalah satuan gramatik yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi unsur klausa.

1. Frasa endosentrik

Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya    

  • Frase endosentrik yang koordinatif,

Adalah frase yang mempunyai unsure – unsure yang setara yang dihubungkan dengan kata penghubung

Contoh: 

  1. Mahasiswa – mahasiswi Pendidikan Biologi Angkatan 2019 kelas A berjumlah 32 orang
  2.  Pemanfaatan sarana dan prasarana  labolatorium sangat diperlukan guna menunjang kegiatan praktikum yang dilakukan oleh para mahasiwa
  • Frasa endosentrik  yang atributif

Adalah  frase yang unsurnya terdiri dari beberapa kata, dimana kata yang satunya sebagi kata utama, sedangkan kata yang lainnya sebagai pendukung dari kata utama.

Contoh:  

  1. Di depan gedung G banyak ditanami pohon Artocarpus heterophyllus
  2. Dari tadi pagi Merry sibuk memperbaiki mikroskop  miliknya
  • Frasa endosentrik yang apositif

Yaitu  frasa yang atributnya berupa keterangan tambahan.

Contoh:

  1. Ibu Pram, merupakan dosen mata kuliah Biologi Sel

Unsur Ibu merupakan unsur pusat, sedangkan unsur dosen mata kuliah Biologi Sel merupakan keterangan

            2. Frase Eksosentrik

Frase eksosentrik ialah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya.

Contoh :

1. Mahasiswa pendidikan Biologi  kelas A sedang praktikum laju fotoseintetis di luar labolatotirum.

Frase di luar laubolatorium tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Ketidaksamaan itu dapat dilihat dari jajaran berikut:

Mahasiswa pendidikan Biologi  kelas A sedang praktikum di ….

Mahasiswa pendidikan Biologi  kelas A sedang  praktikum…. labolatorium

            3. Frase Nominal

Adalah frase yang memiliki distributif yang sama dengan kata benda.

Contoh :

  1. Kaca pembesar pada umumnya berdiameter sekitar 10 cm.
  2. Tanaman Vigna radiatadapat tumbuh subur di tanah yang berhumus.

4.  Frasa Verbal

Adalah yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata kerja

Contoh :

  1. Alex akan membelah Rana sp  menggunakan cutter
  2. Nyoman sedang menulis laporan praktikum tentang evolusi
  3. Desma sedang mengamati struktur akar pada tanaman Zea mays

5.  Frasa Bilangan

Adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan.

Contoh:

  1. Contoh jenis tamanaman yang berkeping dua adalah
  2. Amilum setengah majemukmepunyai dua hilus yang masing – masing dikelilingi oleh lamella
  3. Adenin pada satu untai dicocokan atau dipasangkan dengan timin pada untai yang lain

6.  Frase Keterangan

Adalah  frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata keterangan.

Contoh:

  1. Besok sore diadakan rapat mengenai observasi penelitian terumbu karang di Gili Trawangan
  2. Nukleus pertama kali diidentifikasi oleh Robert Brown pada tahun 1931
  3.  Universitas Lampung merupakan Universitas Negri terbaik di Lampung

7.Frase Depan

Adalah frase yang terdiri dari kata depan sebagai penanda.

Contohnya:

  1. Di halaman sekolah terdapat pohon Pinus mercusi yang memiliki ikatan pembuluh  

       terpisah dengan daerah yang lain

2.   Di dalam sel tumbuhan terdapat kloroplas yang berfungsi dalam proses fotosintetis

3.   Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembang dari meristem apeks akar di ujung 

       akar embrio dalam biji yang berkecambah

2.1.3    Klausa

Ramlan (2001:79) menyatakan bahwa klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket) maupun tidak. Karena berintikan predikat (P), klausa bersifat predikatif.

  1. Klausa Verbal

            Adalah suatu klausa yang predikatnya berupa kata kerja.

            Contoh:

1. Fitri menulis laporan praktikum fotosintetis dengan tekun

2. Mereka meneliti bunga  Rafflesia arnoldii di Taman Nasional Bukit    

   Barisan Selatan

  • Klausa Nominal

Adalah suatu klausa yang predikatnya berupa kata benda.

            Contoh:

  1. Charles Overton mengemukakan postulat mengenai membaran plasma
  2. Irving Lamuir membuat membrane buatan dengan menamabhakan fosfolipid yang terlarut dalam benzene ke dalam air

            3.  Klausa Adjektival

Adalah suatu klausa yang predikatnya menggambarkan tentang keadaan, baik berwujud

            kata kata maupun frase

            Contoh:

  1. Suasana labolatorium saat malam hari sangat menyeramkan
  2. Jaslab yang aku kenakan rasanya sangat panas sekali

4.  Klausa Adverbial

Adalah suatu klausa yang predikatnya berwujud adverbial (keterangan).

            Contoh:

  1. Kemarin siang Firas mencari kerang dikitar pohon Rhizophora sp. (bakau)
  2. Tadi pagi  Zulfa dan Farhana melakukan penelitian tentang pengaruh suhu terhadap perkecambahan biji Vigna radiata

5. Klausa Preposisional

Adalah yang predikatnya berwujud frase yang sebagai kategori kata depan

            Contoh:

  1. Alvina meletakan eosin ke dalam lemari bahan kimia
  2. Haris meneteskan air di atas kaca objek
  • Klausa Numeral

Adalah klausa yang predikatnya berwujud kata bilangan

Contoh:

  1. Fitri melakukan eksperimen  mengunakan 3 ekor anakan ikan mas dengan perlakuan suhu yang berbeda – beda
  2. Ardha mengulang pengamatan daun Carica papaya menggunakan mikroskop sebanyak dua kali.

2.1.4    Kalimat

CONTOH MAKALAH TATA KALIMAT – Kalimat merupakan gabungan dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan makna. Kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!); sementara itu, di dalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), tanda pisah (-), dan spasi.

1.Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya menyajikan atau menjelaskan suatu kalimat yang hanya satu peristiwa saja.

Contoh:

1. Dimas membaca buku Champbell jilid tiga

2. Nia memakai jaslab di luar labolatorium

  • Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang bisa membentuk dua pola kalimat atau lebih. Unsur pembentuknya membentuk pola – pola tertentu dan tidak ada yang disebut sebagai induk kalimat ataupun anak kalimat.

Induk kalimat mempunyai ciri dapat berdiri sendiri sebgai kalimat tunggal, sedangkan anak kalimat tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal.

  • Kalimat Majemuk Setara

Adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya setara

  • Kalimat majemuk setara menggabungkan. Biasanya menggunakan kata-kata tugas: dan, serta, lagipula, dan sebagainya.

Contoh : Filamen intermedia adalah peralatan sel yang lebih permanen daripada mikrofilamen dan mikrotubula

  • Kalimat majemuk serta memilih. Biasanya memakai kata tugas: atau, baik, maupun.

Contoh: Haris mengiris daun teh atau Haris mengamati daun teh

  • Kalimat majemuk setara perlawanan. Biasanya memakai kata tugas: tetapi, melainkan.

Contoh:  

Pada sel hewan tidak terdapat dinding sel, tetapi pada sel tumbuhan terdapat dinding sel yang  berfungsi untuk  melawan tekanan osmotik.

  • Kalimat Majemuk Bertingkat

Adalah kalimat majemuk yang pola – pola hubungannya tidak setara, antar anak kalimat dan induk kalimat mempunyai kedudukan yang tidak sederajat.

                        Contoh:

  1. Saya akan membeli buku Genetika itu, jika mempunyai uang
  2. Tanaman Phalaenopis amabilis perlu disiram agar tidak layu
  3. Pengamatan sel epitel itu cukup bagus meskipun datanya kurang lengkap

2.2       Kalimat Efektif

            Kalimat efektif adalah kalimat yang dengan tepat mampu menyampaikan gagasan dari

            seseorang penulis sehingga menimbulkan gagasan yang sama tepatnya di benak pembaca

            (Kuncoro, 2009).

2.2.1    Syarat-Syarat Kalimat Efektif

  1. Kesatuan Gagasan

Artinya apabila dalam suatu kalimat hanya terdapat satu ide pokok yang dibahas.

Contoh:

  1. Bagi yang tidak membawa buku penuntun praktikum dilarang mengikuti kegiatan praktikum.
  2. Mahasiswa yang tidak membawa buku penuntun praktikum dilarang mengikuti kegiatan praktikum

Pada contoh kalimat (1) merupakan contoh yang salah karena tidak memiliki unsur subjek, sedangkan pada kalimat (2) memiliki subjek yaitu mahasiwa.

  • Kepaduan Kalimat

Artinya hubungan timbal balik yang tepat antar unsure pembentuk kalimat.

Yang termasuk unsur pembentuk kalimat adalah kata, frasa, klausa, serta tanda baca.

Contoh:

  1. Untuk supaya mendapatkan hasil panen yang melimpah tanaman Capsicum annum perlu diberi pupuk organik seminggu sekali.

Kata untuk perlu dihilangkan karena ketika kalimat tersebut dibaca maka akan terdengar tidak padu.

  • Kesejajaran

Artinya pemkaian bentuk gramtikal yang sama untuk bagain – bagian kalimat tertentu atau terdapatnya unsur-unsur yang sama  derajatnya, dengan pola kalimat yang sama.

Contoh:

  1. Kami telah berencana  untuk memperbaiki mikrosokop, membeli preparat baru dan pembelian bahan – bahan kimia untuk keperluan kegiatan praktikum.

Pada kata pembelian, seharusnya adalah membeli karena pada kata bercetak tebal sebelumnya merupakan kata kerja pasif. Oleh karena itu contoh tersebut tidak memenuhi syarat kesejajaran kalimat.

  • Ketepatan

Artinya kesesuaian dalam pemakaian unsur-unsur pembentuk kalimat sehingga terbentuk pengertian yang mudah dimengerti oleh pembaca ataupun pendengar.

Contoh:

  1. Proses pembelahan sel membutuhkan waktu yang cukup lama dari pagi sehingga malam kira – kira selama kurang lebih 18 jam

Pada kata sehingga seharusnya diganti dengan kata sampai, karena sehingga tidak menunjukan lama suatu kegiatan ataupun waktu.

  • Kelogisan

Artinya alur berpikir yang masuk akal, artinya dalam suatu kalimat tersebut tidak menimbulkan kalimat yang bermakna ambigu (ganda) ataupun tidak masuk akal diterima oleh nalar.

Contoh:

  1. Kepada saudara Alexa waktu dan tempat saya persilahkan untuk   

menyampaikan hasil observasi mengenai pengaruh hutan bakau terhadap ekosistem pantai.

Pada kalimat tersebut waktu dan tempat adalah benda mati sehingga tidak dapat dipersilahkan.

  • Kehematan

Artinya dalam suatu kalimat tidak menimbulkan adanya pemborosan dalam proses penyusunan kalimat

Contoh:

  1. Bunga-bunga anggrek, asoka, dan pukul empat sangat dibenci oleh Nyoman.

Pada kalimat tersebut seharusnya tidak perlu menulis bunga sebanyak dua kali, karena bunga anggrek, asoka, dan pukul empat sudah memiliki makna lebih bunga lebih dari satu

  • Hewan kucing termasuk hewan karnivora.

Kata hewan tidak perlu dituliskan di awal kalimat karena kucing sendiri sudah

mewakili nama hewan.

2.3       Kalimat Komunikatif

Kalimat komunikatif adalah kalimat yang harus harus dapat dimengerti  oleh pendengar ataupun pembaca sehingga mendapatkan respons atau tanggapan yang sesuai.

2.3.1    Syarat-Syarat Kalimat Komunikatif

            1.Kaidah Bahasa

            Kaidah dapat diartikan sebagai aturan atau pedoman dalam penulisan sehingga kalimat

 tersebut dapat disampaikan dengan baik oleh pembicara kepada lawan bicaranya.

2.  Penalaran

Penalaran dapat diartikan sebagai proses berpikir seseorang untuk menghubungkan data

atau fakta yang ditemukannya sehingga dapat menarik kesimpulan dari kalimat tersebut.

Adapun jenis-jenis penalaran sebagai berikut:

  • Dedukasi

Dilakukan terhadap suatu “pernyataan” yang bersifat umum dirubah ke dalam simpulan yang bersifat khusus, baik dilakukan secara langsung (entimem) maupun secara tidak langsung (silogisme).

Contoh:

Silogisme

  • Premis umum     :  Mahasiswa yang baik tidak akan mencontek saat ujian 

                              mata kuliah    Biokimia

  • Premis khusus     : Aripah mahasiswa yang baik
  • Simpulan             : Aripah tidak mencontek saat ujian   

                              mata kuliah Biokimia.

  •  Entimen             : Aripah tidak mencontek saat ujian mata kuliah Biokimia

 karena dia mahasiswa yang baik.

  • Induksi

Dilakukan terhadap suaru pernyataan yang bersifat khusus kemudian ditarik suatu kesimpulan yang menyangkup pernyataan khusus tersebut. Penalaran ini dilakukan berdasrkan pernyataan yang mempunyai ciri-ciri tertentu ( generalisasi) dengan membandingkan dua hal yang memiliki sifat sama (analogi).

Contoh:

Generalisasi

  1. Jika disiram dengan air, bunga mawar tidak layu
    1. Jika disiram dengan air, kacang hijau tidak layu
    1. Jika disiram dengan air, cabe rawit tidak layu
    1. Jika disiram dengan air, tomat tidak layu

Analogi

Sel merupakan unit terkecil penyusun kehidupan yang mampu mengorganisasikan fungsi dari jaringan, sama seperti CPU pada komputer yang merupakan bagian terpenting dari komputer. Tidaklah sel yang penting ini ada pula yang menemukannya untuk pertama kali?

  • Keterampilan Pesan

Keteramplan pesan merupakan kemapuan seseorang untuk menyampaikannya kepada lawan bicaranya sehingga mampu memahami setiap kata yang disampaikannya tersebut.

BAB III

PENUTUP

  • Kesimpulan

CONTOH MAKALAH TATA KALIMAT – Tata dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah kaidah, aturan, dan susunan; cara menyusun; sistem (biasanya digunakan dalam kata majemuk). Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Tata kalimat adalah kaidah penyusunan kata sehingga menjadi kalimat yang baik dan benar dan mempunyai arti. Unsur dari tata kalimat yaitu subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap. Frasa adalah satuan bahasa yang secara potensial merupakan gabungan dua kata atau lebih yang tidak memiliki ciri klausa atau tidak predikatif. Ramlan (2001:79) menyatakan bahwa klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket) maupun tidak. Karena berintikan predikat (P), klausa bersifat predikatif. Kalimat efektif adalah kalimat yang dengan tepat mampu menyampaikan gagasan dari seseorang penulis sehingga menimbulkan gagasan yang sama tepatnya di benak pembaca. Syarat-syarat dari kalimat efektif yaitu kesatuan gagasan, kepaduan kalimat, kesejajaran, ketepatan, kelogisan, dan kehematan. Kalimat komunikatif adalah kalimat yang harus harus dapat dimengerti  oleh pendengar ataupun pembaca sehingga mendapatkan respons atau tanggapan yang sesuai. Syarat-syarat dari kalimat komunikatif yaitu kaidah bahasa, penalaran, dan keterampilan bahasa.

  • Saran

CONTOH MAKALAH TATA KALIMAT – Kami tentunya masih menyadari jika makalah di atas masih terdapat banyak kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Kami sebagai penulis makalah ini akan memperbaiki makalah dengan berpedoman pada banyak sumber serta kritik yang membangun dari para pembaca.

DAFTAR RUJUKAN

CONTOH MAKALAH TATA KALIMAT – Ilham, Mugnifar. 2020. Frasa – Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis-Jenis dan Contoh. Diakses dari: https://materibelajar.co.id/frasa-adalah/, pada tanggal 17 April 2020, pukul 5:19.

Lisa. 2018. Mengenal Frasa Nomina, Verbal, dan Endosentris. Diakses dari: https://blog.typoonline.com/mengenal-frasa-nomina-verbal-dan-endosentris/, pada tanggal 17 April 2020, pukul 5:14.

Mustakim. 1994. Membina Kemampuan Berbahasa. (Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama), hlm 65-73

Noortiyani, Rosma. 2017. Buku Ajar Sintaksis. (Yogyakarta: Penebar Pustaka

 Media),  hlm 15-20.

Pendidikan, Guru. 2014. Kalimat Komunikatif – Contoh, Syarat, Kaidah, Unsur, Penempatan, Santun. Diakses dari: https://www.gurupendidikan.co.id/kalimat-komunikatif/, pada tanggal 17 April 2020, pukul 4:58

Pujiono, Setyawan. 2013. Terampil Menulis. (Yogyakarta: Griya Ilmu), hlm 18-21.

Putrayasa, Bagus. 2009. Kalimat Efektf. (Bandung: Refika Aditama), hlm 66.

Sumarni, Ratna. 2017. Klausa dalam Bahasa Indonesia – Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya. Diakses dari: https://dosenbahasa.com/klausa-dalam-bahasa-indonesia, pada pada tanggal 17 April 2020, pukul 5:07.

Leave a Reply

Theme by Anders Norén