Semua Pengetahuan Ada Disini

Pengetahuan

CONTOH MAKALAH PENGANTAR LOGISTIK PENGADAAN BARANG

CONTOH MAKALAH PENGANTAR LOGISTIK PENGADAAN BARANG

Halangrintang.com – CONTOH MAKALAH PENGANTAR LOGISTIK PENGADAAN BARANG . Kalian pasti ada tugas untuk membuat makalah tentang pengadaan barang kan? Admin disini mencoba membagikan hasil makalah yang bisa mimin bagikan untuk kalian, jika ada salah kata didalam makalah mimin, mimin minta maaf sebesar-besarnya.

Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Pengantar Manajemen tentang organisasi.

Adapun makalah pengantar logistik tentang pengadaan barang , ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan rekan-rekan satu kampus, sehingga dapat mempermudah dan memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada Ibu dan rekan-rekan yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar- lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah pengantar logistik

Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah pengantar logistik tentang organisasi ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………. 1

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………… 2

BAB I…………………………………………………………………………………………………….. 3

PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………….. 3

  1. Latar Belakang……………………………………………………………………………… 3
    1. Rumusan Masalah………………………………………………………………………… 4
    1. Tujuan Penulisan………………………………………………………………………….. 4

BAB II Pembahasan……………………………………………………………………………….. 5

  • Pengadaan Barang……………………………………………………………………. 5
    • Pengertian Pengadaan Barang……………………………………………………. 5
    • Sejarah Pengadaan Barang………………………………………………………… 6
    • Definisi Pengadaan Barang Menurut Ahli……………………………………… 7
    • Kegiatan Pengadaan Barang………………………………………………………. 8
    • Prinsip Dalam Pengadaan Barang……………………………………………….. 9
    • Metode Pengadaan Barang………………………………………………………. 10
    • Siklus Pengadaan Barang…………………………………………………………. 10
    • Alur Proses Pengadaan Barang………………………………………………… 12
    • Langkah-langkah Yang Terlibat Dalam Proses Pengadaan………….. 13
    • Tugas dan Tanggung Jawab Pengadaan Barang……………………… 15

BAB III Penutup……………………………………………………………………………………. 16

3.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………………. 16

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………… 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang

Pengadaan barang dan jasa pada awalnya dimulai dengan transaksi jual beli barang di pasar. Cara atau metode pengadaan barang dan jasa dalam transaksinya dilakukan dengan tawar menawar secara langsung antara pembeli (pengguna) dan penjual (penyedia barang), termasuk ketika sudah tercapai kesepakatan harga, proses transaksinya juga dilakukan secara langsung. Proses tersebut tanpa didukung oleh dokumen pembelian, pembayaran dan penerimaan barang.

Dalam perkembangannya menjadi jual beli berjangka waktu pembayaran, disertai dokumen pertanggung jawaban antara pembeli dan penjual. Banyaknya jumlah dan jenis barang yang akan dibeli membutuhkan waktu lama bila harus tawar menawar. Biasanya pengguna membuat daftar jumlah dan jenis barang yang akan dibeli secara tertulis. Kemudian diserahkan kepada penyedia barang agar menawarkan secara tertulis pula. Daftar barang yang disusun secara tertulis itu merupakan asal usul dokumen pembelian. Sedangkan penawaran harga yang dibuat secara tertulis merupakan asal usul dokumen penawaran.

Perkembangan selanjutnya, pihak pengguna menyampaikan daftar barang yang akan dibeli tidak hanya kepada satu, namun kepada beberapa penyedia barang. Melalui penawaran kepada mereka, pengguna dapat memilih harga penawaran yang termurah. Cara tersebut merupakan cikal bakal pengadaan barang

1.2.  Rumusan Masalah

  1. Apa yang di maksud dengan pengadaan barang ?
  2. Bagaimana awal mula sejarah pengadaan barang ?
  3. Apa saja definisi pengadaan persediaan barang menurut para ahli?
  4. Apa saja kegiatan pengadaan barang ?
  5. Apa itu prinsip dalam pengadaan barang ?
  6. Apa itu metode pengadaan barang ?
  7. Apa itu siklus pengadaan barang ?
  8. Apa itu alur proses pengadaan barang ?
  9. Apa saja langkah-langkah yang terlibat dalam proses pengadaan ?
  10. Apa saja tugas dan tanggung jawab pengadaan barang ?

1.3.           Tujuan Penulisan

  1. Untuk mengetahui pengertian pengadaan barang
  2. Untuk mengetahui awal mula sejarah pengadaan barang
  3. Untuk mengetahui apa saja definisi pengadaan persediaan barang menurut para ahli
  4. Untuk mengetahui kegiatan pengadaan barang
  5. Untuk mengetahui prinsip dalam pengadaan barang
  6. Untuk mengetahui metode pengadaan barang
  7. Untuk mengetahui siklus pengadaan barang
  8. Untuk mengetahui alur proses pengadaan barang
  9. Untuk mengetahui langkah-langkah yang terlibat dalam proses pengadaan
  10. Untuk mengetahui apa saja tugas dan tanggung jawab pengadaan barang

BAB II

Pembahasan

2.1.  Pengadaan Barang

2.1.1.  Pengertian Pengadaan Barang

Pengadaan adalah proses menemukan dan menyetujui persyaratan, dan memperoleh barang, layanan, atau bekerja dari sumber eksternal, seringkali melalui proses penawaran tender atau kompetitif.

Pengadaan umumnya melibatkan pengambilan keputusan pembelian dalam kondisi kelangkaan. Jika data yang baik tersedia, adalah praktik yang baik untuk menggunakan metode analisis ekonomi seperti analisis biaya-manfaat atau analisis biaya-utilitas.

Pengadaan digunakan untuk memastikan pembeli menerima barang, jasa, atau pekerjaan dengan harga terbaik ketika aspek-aspek seperti kualitas, kuantitas, waktu, dan lokasi dibandingkan. Perusahaan dan badan publik sering mendefinisikan proses yang dimaksudkan untuk mempromosikan persaingan yang adil dan terbuka untuk bisnis mereka sambil meminimalkan risiko seperti paparan penipuan dan kolusi.

Procurement dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu secara procurement yang sederhana dan procurement yang lebih kompleks. Procurement yang sederhana adalah tidak memiliki hal lain kecuali pembelian atau permintaan yang berulang- ulang, sedangkan procurement lebih kompleks yaitu dapat meliputi pencarian supplier dalam jangka waktu yang panjang atau tetap secara fundamental yang telah berkomitmen dengan satu organisasi. (WIKIPEDIA, WIKIPEDIA, t.thn.)

2.1.2. Sejarah Pengadaan Barang

Akuisisi resmi barang dan jasa berakar pada logistik militer , di mana praktik kuno mencari makan dan menjarah diambil oleh quartermasters profesional, sebuah istilah yang berasal dari abad ke-17. Catatan tertulis pertama dari apa yang akan diakui sekarang sebagai departemen pembelian operasi industri adalah di perusahaan kereta api abad ke-19. (WIKIPEDIA, t.thn.)

2.1.3. Definisi Pengadaan Barang Menurut Ahli

1. Weele (2010)

Procurement is the acquisition of goods or services. It is favorable that the goods or services are appropriate and that they are procured at the best possible cost to meet the needs of the purchaser in terms of quality and quantity, time, and location.

Pendapat di atas kurang lebih mempunyai arti: bahwa Pengadaan adalah perolehan barang atau jasa. Hal ini menguntungkan bahwa barang atau jasa yang tepat dan bahwa mereka yang dibeli dengan biaya terbaik untuk memenuhi kebutuhan pembeli dalam hal kualitas dan kuantitas, waktu dan lokasi.

2. Christopher & Schooner (2007)

Pengadaan atau procurement adalah kegiatan untuk mendapatkan barang atau jasa secara transparan, efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penggunanya.

Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengadaan barang dan jasa atau procurement adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan oleh perusahaan dilihat dari kebutuhan dan penggunaannnya, serta dilihat dari kualitas, kuantitas, waktu pengiriman dan harga yang terjangkau.

2.1.4. Kegiatan Pengadaan Barang

Kegiatan pengadaan juga sering dibagi menjadi dua kategori berbeda, belanja langsung dan tidak langsung. Pengeluaran langsung mengacu pada pengadaan terkait produksi yang mencakup semua barang yang merupakan bagian dari produk jadi, seperti bahan baku, komponen dan suku cadang.

Pengadaan langsung, yang merupakan fokus dalam manajemen rantai pasokan , secara langsung mempengaruhi proses produksi perusahaan manufaktur. Sebaliknya, pengadaan tidak langsung berkaitan dengan akuisisi yang tidak terkait dengan produksi: memperoleh “sumber daya operasi” yang dibeli perusahaan untuk memungkinkan operasinya.

Pengadaan tidak langsung terdiri dari berbagai barang dan jasa, dari barang-barang standar seperti perlengkapan kantor dan pelumas mesin hingga produk dan layanan yang rumit dan mahal seperti alat berat, layanan konsultasi, dan layanan outsourcing .

Pengadaan langsung dan pengadaan tidak langsung
  Jenis
Pengadaan langsung Pengadaan tidak langsung    
  Bahan baku dan barang produksi Pemeliharaan, perbaikan, dan persediaan ope rasi , outsourcing   Barang modal dan jasa
              F E A T U R E S Kuantit as   Besar   Rendah   Rendah
Frekue nsi   Tinggi   Relatif tinggi   Rendah
  Nilai Khusus industri   Rendah   Tinggi
Alam Operasional Taktis Strategis
  Contoh nya Minyak mentah di industri perminyakan   Pelumas, suku cadang   Fasilitas penyimpanan minyak mentah

2.1.5.  Prinsip Dalam Pengadaan Barang

Menurut Budiharjo Hardjowijono dan Hayie Muhammad (2008) pengadaan barang dan jasa harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip pengadaan yang dipraktekkan secara internasional efisiensi, efektifitas, persaingan sehat, keterbukaan, transpraransi, tidak diskriminasi dan akuntabilitas.

1. Efisiensi

Prinsip efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa adalah dengan menggunakan sumber daya yang tersedia diperoleh barang dan jasa dalam jumlah, kualitas yang diharapkan, dan diperoleh dalam waktu yang optimal.

2. Efektif

Prinsip efektif dalam pengadaan barang dan jasa adalah dengan sumber daya yang tersedia diperoleh barang dan jasa yang mempunyai nilai manfaat setinggi- tingginya.

3. Persaingan Sehat

Prinsip persaingan yang sehat dalam pengadaan barang dan jasa adalah adanya persaingan antar calon penyedia barang dan jasa berdasarkan etika dan norma pengadaan yang berlaku, tidak terjadi kecurangan dan praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

4. Terbuka

Prinsip terbuka dalam pengadaan barang dan jasa adalah memberikan kesempatan kepada semua penyedia barang dan jasa yang kompeten untuk mengikuti pengadaan.

5. Transparansi

Prinsip transparansi dalam pengadaan barang dan jasa adalah pemberian informasi yang lengkap tentang aturan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa kepada semua calon penyedia barang dan jasa yang berminat dan masyarakat.

6. Tidak Diskriminatif

Prinsip tidak diskriminatif dalam pengadaan barang dan jasa adalah pemberian perlakuan yang sama kepada semua calon penyedia barang dan jasa yang berminat mengikuti pengadaan barang dan jasa.

7. Akuntabilitas

Prinsip akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa adalah pertanggungjawaban pelaksanaan pengadaan barang dan jasa kepada para pihak yang terkait dan masyarakat berdasarkan etika, norma, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.1.6.  Metode Pengadaan Barang

Menurut Turban (2010, p251) setiap perusahaan menggunakan metode yang berbeda dalam memperoleh produk dan jasa yang tergantung apa dan dimana mereka membeli, kuantitas yang diperlukan, berapa jumlah uang yang terpakai dan sebagainya. Metode procurement antara lain yaitu:

  1. Membeli dari manufaktur, penjual grosir atau pengecer dari katalog-katalog mereka dan adanya negosiasi.
  2. Membeli melalui katalog yang terhubung dengan memeriksa katalog penjual atau membeli melalui mal-mal industri.
  3. Membeli melalui katalog pembeli internal dimana perusahaan menyetujui katalog-katalog vendor termasuk kesepakatan harga.
  4. Mengadakan penawaran tender dari sistem dimana pemasok bersaing dengan yang lainnya. Metode ini digunakan untuk pmbelian dalam jumlah besar.
  5. Membeli dari situs pelelangan dimana organisasi berpartisipasi sebagai salah satu pembeli.
  6. Bergabung dengan suatu kelompok sistem pembeli dimana memeriksa permintaan partisipasi, menciptakan jumlah besar, kemudian kelompok ini dapat menegosiasikan harga.
  7. Berkolaborasi dengan pemasok untuk berbagi informasi tentang penjualan dan persediaan, sehingga dapat mengurangi persediaan, stock out dan mempertinggi ketepatan pengiriman

2.1.7. Siklus Pengadaan Barang

Sebagian besar organisasi memikirkan proses pengadaan mereka dalam hal siklus hidup. [ rujukan? ] Berbagai perusahaan konsultan dan pakar telah mengembangkan berbagai kerangka kerja. Beberapa langkah paling umum dari kerangka kerja paling populer meliputi:

  • Identifikasi kebutuhan dan analisis persyaratan adalah langkah internal yang melibatkan pemahaman tujuan bisnis dengan menetapkan strategi jangka pendek (tiga hingga lima tahun) untuk keseluruhan kategori pengeluaran diikuti dengan menentukan arah dan persyaratan teknis.
  • Analisis pasar tingkat makro eksternal : Setelah organisasi memahami persyaratannya, ia harus melihat keluar untuk menilai pasar secara keseluruhan. Bagian penting dari analisis pasar adalah memahami daya saing

pasar secara keseluruhan dan tren yang cenderung berdampak pada organisasi.

  • Analisis biaya adalah akumulasi, pemeriksaan, dan manipulasi data biaya untuk perbandingan dan proyeksi. Analisis biaya penting untuk membantu organisasi membuat keputusan pembelian.
  • Identifikasi pemasok mencakup mengidentifikasi pemasok tertentu yang dapat menyediakan produk atau layanan yang diperlukan. Ada banyak sumber untuk mencari pemasok potensial. Salah satu sumber yang bagus adalah pameran dagang. Perangkat lunak pengadaan modern sering memasukkan katalog pemasok untuk barang dan layanan standar.
  • Perjanjian Non-pengungkapan (NDA) : Sangat normal untuk meminta vendor untuk menandatangani NDA sebelum terlibat dengan mereka. Ini melindungi organisasi di mana informasi sensitif dibagikan kepada beberapa vendor potensial sebelum mengeluarkan persyaratan terperinci yang sering menunjuk pada keputusan strategis yang diambil perusahaan.
  • Komunikasi pemasok: Ketika satu atau lebih pemasok yang sesuai telah diidentifikasi, organisasi biasanya akan melakukan

proses penawaran kompetitif. Organisasi dapat menggunakan berbagai metode penawaran kompetitif termasuk permintaan penawaran , permintaan

proposal , permintaan informasi , permintaan tender , permintaan solusi atau permintaan kemitraan. Beberapa institusi memilih untuk menggunakan layanan notifikasi untuk meningkatkan kompetisi untuk peluang yang dipilih.

Sistem-sistem ini dapat langsung dari perangkat lunak e-tender mereka, atau sebagai pemberitahuan yang dikemas ulang dari sistem eksternal. Selama langkah ini kontak langsung dapat dilakukan dengan pemasok. Referensi untuk kualitas produk / layanan dikonsultasikan, dan setiap persyaratan untuk layanan lanjutan termasuk instalasi, pemeliharaan, dan garansi diselidiki. Sampel produk / layanan yang dipertimbangkan dapat diperiksa, atau dilakukan uji

coba. Organisasi harus melakukan penilaian risiko, analisis total biaya kepemilikan dan penilaian nilai terbaik sebelum memilih pemasok / solusi akhir.

  • Negosiasi dan kontrak: Negosiasi dilakukan yang seringkali mencakup harga, ketersediaan, penyesuaian, dan jadwal pengiriman. Rinciannya diuraikan dalam pesanan pembelian atau kontrak yang lebih formal.
  • Logistik dan manajemen kinerja: Persiapan pemasok, pengiriman, pengiriman, pengiriman, dan pembayaran untuk produk / layanan selesai, berdasarkan persyaratan kontrak. Instalasi dan pelatihan juga dapat dimasukkan. Organisasi harus mengevaluasi kinerja produk / layanan saat dikonsumsi. Scorecard pemasok adalah alat yang populer untuk tujuan ini. Ketika produk / layanan telah dikonsumsi atau dibuang, kontrak berakhir, atau produk atau layanan akan dipesan ulang, organisasi harus meninjau pengalaman mereka dengan produk / layanan. Jika produk / layanan akan dipesan kembali, perusahaan menentukan apakah akan mempertimbangkan pemasok lain atau melanjutkan pemasok yang sama.
  • Manajemen pemasok dan penghubung: Organisasi yang memiliki barang atau layanan yang lebih strategis yang memerlukan antarmuka berkelanjutan dengan pemasok akan menggunakan proses manajemen hubungan

pemasok . Hubungan outsourcing yang strategis harus mengatur proses tata kelola formal. (WIKIPEDIA, WIKIPEDIA, t.thn.)

2.1.8.  Alur Proses Pengadaan Barang

2.1.9. Langkah-langkah Yang Terlibat Dalam Proses Pengadaan

Langkah 0: Perlu Pengakuan

Langkah awal dalam proses pengadaan adalah mengenali kebutuhan akan suatu produk. Baik itu pesanan baru atau pembelian berulang, kebutuhan dianalisis dan ketersediaannya diperiksa ulang sebelum membuat permintaan untuk pembelian.

Langkah 1: Beli Permintaan

Biasanya, proses pengadaan dimulai dengan daftar permintaan pembelian . Pemohon mengirim permintaan untuk pengadaan (formulir kertas, elektronik, atau telepon) ke departemen pembelian.

Langkah 2: Tinjauan Permintaan

Permintaan pembelian kemudian ditinjau oleh tim pengadaan / keuangan. Permintaan yang disetujui menjadi PO, sementara permintaan yang ditolak dikirim kembali ke pemohon dengan alasan penolakan. Semua ini dapat ditangani dengan aplikasi pesanan pembelian sederhana

Langkah 3: Persetujuan Anggaran

Di perusahaan, begitu tim pengadaan menaikkan PO, diteruskan ke departemen akuntansi untuk menerima persetujuan anggaran.

Langkah 4: Permintaan Kutipan

Setelah anggaran disetujui, tim pengadaan meneruskan beberapa permintaan penawaran (RFQ) ke vendor dengan maksud untuk menerima dan membandingkan penawaran untuk memilih vendor yang sempurna.

Langkah 5: Negosiasi & Kontrak

Setelah vendor dipilih, negosiasi dan penandatanganan kontrak selesai, dan pesanan pembelian kemudian diteruskan ke vendor. Kontrak yang mengikat secara hukum akan aktif segera setelah vendor menerima PO dan mengakuinya.

Langkah 6: Menerima Barang / Layanan

Penjual mengirimkan barang / jasa yang dijanjikan dalam jangka waktu yang ditentukan. Setelah menerimanya, pembeli memeriksa pesanan dan memberi tahu penjual jika ada masalah dengan barang yang diterima.

Langkah 7: Pencocokan Tiga Arah

Pada langkah ini, tiga dokumen pesanan pembelian, slip kemasan (yang datang bersamaan dengan pesanan), dan faktur vendor dijajarkan dan direkonsiliasi untuk menunjukkan perbedaan dan memastikan bahwa transaksi tersebut akurat. Perbedaan harus diatasi setelah ditemukan.

Langkah 8: Pembayaran Persetujuan Faktur

Setelah pencocokan tiga arah selesai, faktur disetujui dan diteruskan ke pemrosesan pembayaran tergantung pada norma organisasi.

Langkah 9: Penyimpanan Catatan

Setelah proses pembayaran, pembeli membuat catatan untuk pembukuan dan audit. Semua dokumen yang tepat mulai dari permintaan pembelian hingga faktur yang disetujui disimpan di lokasi terpusat (kissflow, t.thn.)

2.1.10. Tugas dan Tanggung Jawab Pengadaan Barang

Menurut Moch. Mizanul Achlaq (2011) tugas dari bagian pengadaan barang adalah menyediakan barang maupun jasa dengan harga yang murah, berkualitas dan terkirim tepat waktu. Tugas-tugas bagian pengadaan barang tidak terbatas hanya pada kegiatan rutin pembelian.

Tugas-tugas bagian pengadaan barang dan jasa adalah sebagai berikut:

1. Merancang hubungan yang tepat dengan supplier.

  • Hubungan dengan supplier bisa bersifat kemitraan jangka panjang maupun hubungan transaksional jangka pendek.

2. Memilih supplier.

  • Kegiatan memilih supplier bisa memakan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.
  • Kesulitan akan lebih tinggi kalau supplier yang akan dipilih berada di mancanegara.
  • Supplier yang berpotensi untuk menjalin hubungan jangka panjang, proses pemilihan ini bisa melibatkan evaluasi awal, mengundang mereka untuk presentasi, kunjungan lapangan dan sebagainya.
  • Pemilihan supplier harus sejalan dengan strategi supply chain.

3. Memilih dan mengimplentasikan teknologi yang cocok.

  • Kegiatan pengadaan selalu membutuhkan bantuan teknologi.
  • Teknologi yang lebih tradisional dan lumrah digunakan adalah telepon dan fax.
  • Saat ini banyak perusahaan yang menggunakan electronic procurement(e- procurement) yaitu aplikasi internet untuk kegiatan pengadaan.

4. Memelihara data item yang dibutuhkan dan data supplier.

  • Bagian pengadaan harus memiliki data yang lengkap tentang item-item yang dibutuhkan maupun data tentang supplier mereka.
  • Beberapa data supplier yang penting untuk dimiliki adalah nama dan alamat masing-masing dari supplier, item apa yang mereka pasok, harga per unit, pengiriman, kinerja masa lalu, serta kualifikasi supplier termasuk juga kualifikasi seperti ISO.

5. Melakukan proses pembelian.

  • Proses pembelian bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya pembelian rutin dan pembelian dengan melalui tender atau lelang.
  • Pembelian rutin dan pembelian dengan tender melewati proses-proses yang berbeda.

6. Mengevaluasi kinerja supplier

  • Hasil penilaian ini digunakan sebagai masukan bagi supplier untuk meningkatkan kinerja mereka.
  • Kinerja yang digunakan untuk menilai supplier seharusnya mencerminkan strategi supplay chain dan jenis barang yang dibeli. (xerma.blog, t.thn.)

BAB III

Penutup

3.1. Kesimpulan

Procurement merupakan kegiatan yang penting dalam mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, terutama dalam industri manufaktur.

Procurement adalah proses untuk mendapatkan barang dan jasa dengan kemungkinan pengeluaran yang terbaik, dalam kualitas dan kuantitas yang tepat, waktu yang tepat, dan pada tempat yang tepat untuk menghasilkan keuntungan atau kegunaan secara langsung bagi pemerintah, perusahaan atau bagi pribadi yang dilakukan melalui sebuah kontrak.

Daftar Pustaka

Hamdan, A. (2019, June 1). https://alihamdan.id/pengertian-organisasi/.

Retrieved from https://alihamdan.id/pengertian-organisasi/: https://alihamdan.id/pengertian-organisasi/

kissflow. (n.d.).

https://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=https://kissflow.co m/procurement-process/&prev=search. Retrieved from https://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=https://kissflow.co m/procurement-process/&prev=search: https://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=https://kissflow.co m/procurement-process/&prev=search

Makalah, G. (n.d.). https://gudangmakalah.blogspot.com/2013/01/makalah- pengertian-definisi-dan-prinsip.html. Retrieved from https://gudangmakalah.blogspot.com/2013/01/makalah-pengertian- definisi-dan-prinsip.html: https://gudangmakalah.blogspot.com/2013/01/makalah-pengertian- definisi-dan-prinsip.html

MaxManroe. (n.d.). https://www.maxmanroe.com/vid/organisasi/pengertian- organisasi.html. Retrieved from https://www.maxmanroe.com/vid/organisasi/pengertian-organisasi.html: https://www.maxmanroe.com/vid/organisasi/pengertian-organisasi.html

Reserved, 2. M.-A. (2010, mei 4). 2019 Maxmanroe.com – All Right Reserved. Retrieved from https://www.maxmanroe.com/vid/organisasi/pengertian- organisasi.html: https://www.maxmanroe.com/vid/organisasi/pengertian- organisasi.html

WIKIPEDIA. (n.d.). WIKIPEDIA. Retrieved from https://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=https://en.wikipedia

.org/wiki/Procurement&prev=search: https://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=https://en.wikipedia

.org/wiki/Procurement&prev=search

WIKIPEDIA. (n.d.). WIKIPEDIA. Retrieved from https://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=https://en.wikipedia

.org/wiki/Procurement&prev=search: https://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=https://en.wikipedia

.org/wiki/Procurement&prev=search

xerma.blog. (n.d.). http://xerma.blogspot.com/2014/05/pengertian-procurement- pengadaan-barang.html. Retrieved from http://xerma.blogspot.com/2014/05/pengertian-procurement-pengadaan- barang.html: http://xerma.blogspot.com/2014/05/pengertian-procurement- pengadaan-barang.html

Demikianlah artikel tentang ” CONTOH MAKALAH PENGANTAR LOGISTIK PENGADAAN BARANG ” Jika kalian merasa belum puas kalian bisa mengunjugi link ini halangrintang.com

Leave a Reply