Semua Pengetahuan Ada Disini

Pengetahuan

CONTOH MAKALAH MUTU PEMBELIAN

CONTOH MAKALAH MUTU PEMBELIAN

Halangrintang.com – CONTOH MAKALAH MUTU PEMBELIAN . Kalian pasti ada tugas untuk membuat contoh makalah mutu pembelian kan? Admin disini mencoba membagikan hasil makalah yang bisa mimin bagikan untuk kalian, jika ada salah kata didalam makalah mimin, mimin minta maaf sebesar-besarnya

Kata Pengantar

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “MAKALAH MUTU PEMBELIAN” ini dengan lancar.

Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang telah kami peroleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan materi yang akan kami bawakan serta jelaskan. Sumber tersebut berupa informasi, internet, media masa, referensi buku yang berkaitan dengan materi pengorganisasian.

Tak lupa saya ucapkan kepada pengajar mata kuliah Manajemen Pembelian atas bimbingan dan arahan dalam mata kuliah ini. Kami harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi rekan rekan semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita semua terutama dalam mutu pembelian, khuhususnya bagi penulis. Memang makalah ini masih jauh dari kata sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik. Terima kasih.

DAFTAR ISI

MAKALAH TENTANG MUTU DALAM PEMBELIAN

Kata Pengantar

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

1.4 Manfaat

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Organisasi

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

                Pentingnya sebuah mutu pembelian menjadikan perusahaan sebagai peranan dituntut untuk menjamin sebuah produk yang memiliki kualitas serta kelayakan untuk dipasarkan ke konsumen. Seiring dengan semakin berkembangnya persaingan dan globalisaisi di dunia bisnis atau perusahaan para pembisnis harus mampu bersaing dalam mengembangkan mutu dan kualitas produk yang telah dibuatnya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah mutu pembelian agar sebuah bisnis atau usaha dapat terkendalikan dengan baik.

Untuk mencapai sebuah kualitas produk yang telah dibuat, tentunya perlu sebuah manajemen untuk tahapan dalam proses pembelian dimana konsumen benar-benar membeli hasil yang ditawarkan mulai dari jenis produk, bentuk produk, jumlah produk dan sebagainya, tentunya harus memiliki kualitas serta keaslian tentunya harus diperhatikan demi mengembangkan produk yang bermutu tinggi

1.2 Rumusan Masalah  

      1.2.1  Apa pengertian dari mutu pembelian ?

1.2.2  Bagaimana penerapan mutu pembelian dalam dunia bisnis atau perusahaan

      1.2.3  Studi Kasus tentang mutu pembelian

1.3 Tujuan

                1.3.1 Untuk mengetahui bagaimana teori dari mutu pembelian serta manfaat dan peranan mutu pembelian

                1.3.2 Untuk mengetahui penerapan mutu pembelian dalam dunia bisnis (perusahaan).

                1.3.3 Untuk mengetahui dan lebih mebnal bagaimana penerapan dari mutu pembelian terhadap produk di suatu perusahaan .

1.4 Manfaat

                Agar pembaca dapat lebih memahami tentang mutu pembelian serta tindakan yang harus dilakukan dalam pembelian, dan diharapkan pembaca dapat menerapkan pengetahuan yang didapat ke dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Mutu Pembelian

                2.1.1 Pengertian Mutu

Crosby dalam Suardi (2004), berpendapat bahwa mutu berarti kesesuaian terhadap persyaratan, seperti jam tahan air, sepatu yang tahan lama atau dokter yang ahli. Ia juga mengemukakan pentingnya melibatkan setiap orang pada proses dalam organisasi.

2.1.2 Mutu dalam Pembelian

Mutu dalam pembelian mmeiliki arti sebagai fungsi dan kesesuaian dari kriteria produk yang meiputi  segi kualitas, harga, serta kriteria lain yang sudah kita tetapkan sebagai patokan dalam pembelian. Mutu Pembelian berhubungan dengan Keputusan Pembelian yang mempengaruhi nilai kepuasan konsumen. Kotler dan Keller (2012:460) mendefinisikan kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Menurut Husein (2005: 65) mengatakan bahwa ”kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara apa yang dia terima dan harapannya”. Sedangkan Menurut Tjiptono (2007: 349) mengemukakan definisi kepuasan konsumen merupakan situasi kognitif pembeli berkenaan dengan kesepadanan atau ketidaksepadanan antar hasil yang didapatkan dibandingkan dengan pengorbanan yang dilakukan. Kepuasan konsumen dijadikan sebagai salah satu titik ukur dalam keputusan pembelian. Menurut Tjiptono (2007:365), meskipun belum ada konsensus mengenai cara mengukur kepuasan pelanggan, sejumlah studi menunjukan bahwa ada tiga aspek penting yang perlu ditelaah dalam kerangka pengukuran kepuasan pelanggan, yaitu:.

a. Kepuasan general atau keseluruhan (overall satisfaction)

b. Konfirmasi harapan (confirmation of expectations), yakni tingkat kesesuaian antara kinerja dengan ekspektasi.

c. Perbandingan dengan situasi ideal (comparison to ideal), yaitu kinerja produk dibandingkan dengan produk ideal menurut persepsi konsumen.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Standarisasi merupakan penentuan ukuran yang harus diikuti dalam memproduksikan sesuatu,sedangkan pembuatan banaknya macam ukuran barang yang akan diproduksikan merupakan usaha simplifikasi. Standarisasi juga merupakan proses pembentukan standar teknis yang bisa menjadi standar spesifikasi, standar cara uji, standar definisi, prosedur standar ( atau praktik), dll. Kemudian adanya empat teknik dari standarisasi yaitu peyederahanaan atau variasi kontrol, kodifikasi, nilai rekayasa dan statistik proses kontrol. Pedoman standarisasi yang digunakan perusahaan yaitu berdasarkan SNI. Terdapat tiga pihak yang mendapatkan manfaat langsung dari penerapan standar nasional Indonesia yaitu pihak produsen, konsumen dan pemerintah. Adapun keuntungannya dalam perusahaan dibidang produksi barang yaitu, pengenalan barang lebih mudah dilakukan, tidak terjadi kesalahan spesifikasi dalam pembelian barang, pemesanan dan pembelian barang standar dapat dilakukan dengan mudah, dan para teknisi lebih mengenal sifat-sifat barang. Selain itu kerugian dalam perusahaan dibidang produksi yaitu umumnya barang standar harganya mahal sehingga menyebabkan biaya tinggi, ketergantungan pada pabrik tertentu, dan proses standarisasi lama karena membutuhkan ahli-ahli dan waktu yang tepat untuk memenuhi kriteria suatu produk.

3.2  Saran

Standarisasi dalam perusahaan dibidang produksi barang membutuhkan standar-standar tertentu. Standar perusahaan yang baik biasanya menggunakan SNI, ISO 9001-9004. Spesifikasi baik produk, bahan maupun proses sedapat mungkin diikuti agar kegiatan atau hasilnya dapat diterima umum oleh pengguna. Standarisasi produksi juga harus diimbangi dari standar  SDM, efisensi desain, fasilitasnya dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.artikelsiana.com/2015/11/organisasi-bentuk-bentuk-pengertian-contoh-ciri.html

http://dediretroisme.blogspot.com/2016/06makalah-organisasi-manajemen.html?m=1

http://sosiologis.com/tag/keluarga

Demikianlah artikel tentang ” CONTOH MAKALAH MUTU PEMBELIAN ” Jika kalian merasa belum puas kalian bisa mengunjugi link ini halangrintang.com

Leave a Reply