Semua Pengetahuan Ada Disini

Pengetahuan

CONTOH MAKALAH LIABILITAS JANGKA PANJANG

CONTOH MAKALAH LIABILITAS JANGKA PANJANG

Halangrintang.com – CONTOH MAKALAH LIABILITAS JANGKA PANJANG . Kalian pasti ada tugas untuk membuat contoh makalah liabilitas jangka panjang kan? Admin disini mencoba membagikan hasil makalah yang bisa mimin bagikan untuk kalian, jika ada salah kata didalam makalah mimin, mimin minta maaf sebesar-besarnya

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah praktik akuntansi liabilitas dan ekuitas dengan judul liabilitas jangka panjang.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak M. Rido, M. AK. yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca di kemudian hari.

Metro, 6 juli 2020

Penulis,

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………….. i

Daftar isi……………………………………………………………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar belakang…………………………………………………………………………………………………. 1
  2. Rumusan masalah…………………………………………………………………………………………….. 1
  3. Tujuan penulisan………………………………………………………………………………………………. 2

BAB II PEMBAHASAN

  1. Pengertian liabilitas jangka panjang……………………………………………………………………. 3
  2. Yang termasuk hutang jangka panjang………………………………………………………………… 3
  3. Penerbitan obligasi……………………………………………………………………………………………. 5
  4. Jenis dan peringkat obligasi……………………………………………………………………………….. 6
  5. Penilaian obligasi……………………………………………………………………………………………. 10
  6. Biaya penerbitan obligasi………………………………………………………………………………… 11
  7. Penarikan atau pelunasan obligasi…………………………………………………………………….. 12
  8. Penyajian dan analisis……………………………………………………………………………………… 13

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………. 15

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………… 16

BAB I

PENDAHULUAN

A . Latar Belakang

Judul utang jangka panjang digunakan untuk menunjukan utang-utang yangpelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari sumber aktiva lancar. utang jangka panjang juga sering disebut sebagai debt-financing, artinya kegiatan pendanaan yang dilakukan dengan cara meminjam atau berutang. Dan akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar, seperti peralatan, gedung, tanah, investasi saham atau investasi obligasi jangka panjang, dan sebagainya.

Utang jangka panjang ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu utang hipotik dan obligasi. Dari jenis-jenis tersebut memiliki pengertian, pemahan dan cara mengerjakan yang berbeda satu sama lain. Utang jangka panjang biasanya timbul karena adanya kebutuhan dana untuk pembelian tambahan aktiva tetap, menaikan jumlah modal kerja permanen, membeli perusahaan lain atau mungkin juga untuk melunasi utang-utang yang lain.

Ada banyak instrument investasi yang tersedia di pasaran saat ini, namun pada umumnya terdiri atas Obligasi, Saham, Derivatif, Reksadana dan Valuta Asing. Obligasi adalah surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh suatu lembaga dengan nilai nominal (nilai nominal/par value) dan waktu jatuh tempo tertentu. Penerbit obligasi bisa perusahaan swasta, BUMN, atau pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah. Salah satu jenis obligasi yang diperdagangkan di pasar modal kita saat ini adalah obligasi kupon (coupon bond) dengan tingkat bunga tetap (fixed) selama masa berlaku obligasi. Berinvestasi dalam obligasi mirip dengan berinvestasi di deposito pada bank. Bila Anda membeli obligasi, Anda akan memperoleh bunga/kupon yang tetap secara berkala biasanya setiap 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun sekali sampai waktu jatuh tempo. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai mekanisme serta hal – hal yang berkaitan dengan obligasi.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa itu Liabilitas Jangka Panjang?
  2. Apa saja yang termasuk hutang jangka panjang?
  3. Bagaimana Penerbitan Obligasi itu?
  4. Sebutkan jenis dan peringkat obligasi?
  5. Bagaimana penilaian obligasi itu?
  6. Bagaimana biaya penerbitan obligasi itu?
  7. Bagaimana penarikan atau pelunasan obligasi itu?
  8. Bagaimana penyajian dan analisisnya?

C. Tujuan Penulisan

  1. Untuk mengetahui apa itu liabilitas jangka panjang.
  2. Untuk mengetahui apa saja yang termasuk hutang jangka panjang.
  3. Untuk mengetahui penerbitan obligasi .
  4. Untuk mengetahui jenis dan peringkat obligasi.
  5. Untuk mengetahui bagaimana penilaian obligasi.
  6. Untuk mengetahui biaya penerbitan obligasi.
  7. Untuk mengeahui penarikan atau pelunasan obligasi.
  8. Untuk mengetahui bagaimana penyajian dan analisinya.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Liabilitas Jangka Panjang

Utang jangka panjang adalah utang-utang yang pelunasannya akan dilakukan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar.

Atau utang jangka panjang adalah utang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi. Jatuh temponya dapat terjadi dalam  1,5 tahun atau 2 tahun atau 5 tahun atau lebih dari itu. Utang jangka panjang biasanya timbul karena adanya kebutuhan dana untuk membeli tambahan aset tetap, menaikkan jumlah modal kerja permanen, membeli perusahaan lain, atau mungkin juga untuk melunasi utang-utang yang lain.

Dapat disimpulkan bahwa utang jangka panjang adalah utang yang diharapkan akan dibayar dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau yang jatuh temponya lebih dari satu tahun dan dilunasi dengan sumber-sumber yang bukan dari aktiva lancar, seperti peralatan, gedung, tanah, investasi saham atau investasi obligasi jangka panjang, dan sebagainya serta jumlah utang jangka panjang tersebut tidak boleh melebihi jumlah modal sendiri.

B. Yang Termasuk Hutang Jangka Panjang

1. Hutang Bond/Obligasi

Bond biasanya berasal dari bunga utang wesel ditahan yang pada umumnya dikeluarkan oleh sebuah perusahaan, lembaga tinggi, maupun agen pemerintahan sehingga banyak menarik invetor seperti halnya saham biasa yang dijual dengan jumlah kecil (biasanya dalam ribuan dollar). Bond dalam perusahaan menadatangkan keuntungan dan tidak. Hutang Obligasi merupakan pinjaman yang timbul sehubungan dengan dana yang telah didapatkan melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli obligasi merupakan pemegang obligasi. Di dalam surat obligasi biasanya tercantum nilai nominal obligasi, tanggal pelunasan obligasi, bunga pertahun serta ketentuan lainnya sesuai dengan jenis obligasi yang sudah dipilih oleh pembeli atau pemegang obligasi itu sendiri.

2. Hutang Wesel Jangka Panjang

Utang wesel ini sama artinya dengan utang wesel biasanya yang membedakan hanyalah waktu, di mana utang ini hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.

3. Hutang Wesel Hipotek

Adalah penyerahan tertulis mengenai hak atas harta benda tak bergerak untuk mejamin pembayaran hutang dengan ketentuan bahwa penyerahan itu akan dibatalkan setelah waktu pembayaran. Bahwasannya hutang jangka panjang boleh membuat hipotek, dia juga bisa diansur, dan lain-lain. Yang menjadi contoh dari kewajiban jangka panjang ini adalah sewa/rental.

4. Hutang Hipotik

Hutang hipotik adalah pinjaman yang harus dijamin dengan harta tidak bergerak. Di dalam perjanjian hutang disebutkan kekayaan peminjam yang dijadikan jaminan misalnya berupa tanah atas gedung. Jika peminjam tidak melunasi pinjaman pada waktunya, maka pemberi pinjaman dapat menjual jaminan untuk diperhitungkan dengan pinjaman yang bersangkutan.

5. Uang muka dari perusahaan afiliasi

Hutang kepada pemegang saham pada umumnya berasal dari pinjaman yang diberikan oleh pemegang saham diluar setoran modal. Hutang kepada perusahaan afiliasi dapat berasl dari pinjaman atau dari transaksi-transksi lain, misalnya pembelian barang atau jasa.

6. Hutang Kredit Bank jangka panjang

Secara etimologis istilah kredit berasal dari bahasa latin, “Credere”, yang berarti kepercayaan, maksudnya adalah bahwa seseorang yang memperoleh kredit berarti orang tersebut memperoleh kepercayaan, sedangkan bagi pemberi kredit berarti telah memberikan kepercayaan kepada seseorang dan yakin bahwa uangnya, pasti akan kembali sesuai dengan perjanjian.

Kredit menurut Undang-Undang perbankan nomor 10 tahun 1998,”kerdit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.”

C. Pemerbitan Obligasi

Harga wajar liabilitas (harga jual) dapat berbeda dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang dijanjikan akan dibayarkan oleh penerbit liabilitas pada saat liabilitas tersebut jatuh tempo.Apabila harga jual lebih tinggi dari nilai nominal maka liabilias dijual dengan harga premium, sedangkan apabila harga jual lebih rendah dari nilai nominal maka dijual dengan diskon. Perbedaan tersebut timbul apabila tingkat suku bunga efektif berbeda dengan tingkat suku bunga kupon.

Tingkat suku bunga efektif < Tingkat bunga kupon –> Liabilitas dijual pada harga premium.

Tingkat suku bunga efektif = Tingkat bunga kupon –> Liabilitas dijual pada nilai nominal

Tingkat suku bunga efektif > Tngkat bunga kupon  –> Liabilitas dijual pada harga diskon

Contoh Penerbitan Obligasi

Pada tanggal 1 januari 2015, PT Seruni menertbitkan obligasi dengan nilai nominal

Rp 100.000.000 dan tingkat bunga kupon 10% yang dibayar semesteran tiap tanggal 1 januari dan 1 juli. Tingkat bunga efektif adalah 8%. Obligasi tersebut jatuh tempo pada tangga 1 januari 2020 PVIF(4%, 10) anuitas= 8,1109 dan PVIF (4% , 10) single sum = 0,6756

Harga obligasi:

Nilai sekarang dari pokok utang:

            Rp 100.000.000 x 0,6756                                           Rp 67.560.000

Nilai sekarang dari bunga:

            (Rp 100.000.000 x 10% x 6/12) x 8,1109                  Rp.40.554.000

Total                                                                                        Rp 108.114.000

Obligasi dijual pada harga premium.

Kas                                                      Rp 108.114.000

    Utang Obligasi                                                                    Rp 100.000.000

    Premium Obligasi                                                               Rp      8.114.000

D. Jenis – jenis obligasi

Ada banyak tolak ukur yang dapat digunakan untuk membedakan jenis obligasi, diantaranya adalah obligasi berdasarkan sisi penerbit, system pembayaran bunga, hak penukaran, segi jaminan, segi nilai nominal, dan obligasi berdasarkan segi peritungan imbal hasil

1) Jenis obligasi berdasarkan sisi penerbit

Corporate Bond, obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan tertentu, perusahaan ini dapat berbentuk perusahaan swasta maupun perusahaan Negara (BUMN).

  • Government Bond, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
  • Municipal Bond, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah yang akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek publik.

2) Jenis obligasi berdasarkan jaminannya

  • Secured Bond, obligasi yang dijaminkan dengan menggunakan kekayaan tertentu yang dimiliki oleh penerbit, atau bisa juga dijaminkan dengan menggunakan pihak ketiga. Obligasi ini terbagi menjadi tiga yaitu guaranteed bond (obligasi yang dijaminkan oleh pihak ketiga), mortgage bond (obligasi yang dijaminkan dengan hipotik atau aset tetap), dan collateral trust bond (obligasi yang dijaminkan dengan menggunakan efek yang dimiliki oleh penerbitnya).
  • Unsecured Bond, obligasi yang tidak dijaminkan dengan menggunakan kekayaan tertentu yang dimiliki oleh penerbitnya.

3) Jenis obligasi berdasarkan hak penukarannya

  • Convertible Bond, obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham perusahaan penerbit. Artinya pemegang obligasi ini memiliki hak jika sewaktu-waktu ingin menukarkan obligasi yang dipegangnya dengan saham perusahaan.
  • Exchangeable Bond, obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
  • Callable Bond, obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
  • Putable Bond, obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.

4) Jenis obligasi berdasarkan system pembayaran bunga

  • Zero Coupon Bond, system pembayaran dari obligasi ini dilakukan dengan cara dibayarkan sekaligus ketika jatuh tempo (pokok pinjaman dan bunganya) bukan secara periodik.
  • Coupon Bond, obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya.
  • Fixed Coupon Bond, obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik.
  • Floating Coupon Bond, obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu.

5) Jenis obligasi berdasarkan pembayaran nominal

  • Konvensional Bond, obligasi dengan satuan nilai nominal yang besar, umumnya Rp. 1 Miliar per lot.
  • Retail Bond, kebalikan dari konvensional bond, yaitu obligasi dengan satuan nilai nominal yang kecil.

6) Jenis obligasi berdasarkan perhitungan imbal hasil

  • Konvensional Bond, obligasi yang cara kerjanya menggunakan system bunga.
  • Syariah Bond, obligasi yang cara kerja dan perhitungannya menggunakan system islam/syariat islam yaitu system bagi hasil (Mudharabah dan Ijarah).

b. Peringkat Obligasi

Peringkat obligasi. Risiko dalam berinvestasi di obligasi adalah risiko perusahaan penerbit obligasi tidak mempu memenuhi janji yang telah ditentukan, yaitu risiko perusahaan tidak mampu membayar kupon maupun tidak mampu mengembalikan pokok obligasi. Agar investor memiliki gambaran tingkat risiko ketidakmampuan perusahaan dalam membayar, maka di dalam dunia surat utang atau obligasi dikenal suatu tingkat yang menggambarkan kemampuan bayar perusahaan penerbit obligasi. Tingkat kemampuan membayar kewajiban tersebut dikenal dengan istilah Peringkat Obligasi. Peringkat obligasi dikeluarkan oleh lembaga independen yang secara khusus bertugas memberikan peringkat atas semua obligasi yang diterbitkan perusahaan. Semua obligasi yang diterbitkan wajib diberi peringkat sedemikian agar dengan adanya peringkat tersebut maka investor dapat mengukur atau memperkirakan seberapa besar risiko yang akan dihadapi dengan membeli obligasi tertentu.

1) Peringkat investasi

a) Aaa : obligasi berperingkat Aaa merupakan obligasi berkwalitas “terbaik” dengan risiko yang “amat kecil”.

b) Aa1, Aa2, Aa3 : obligasi berperingkat Aa adalah obligasi berkwalitas “baik” dengan risiko yang “kecil”.

c) A1, A2, A3 : obligasi berperingkat A adalah obligasi peringkat menegah atas dengan risiko yang “kecil”.

d) Baa1, Baa2, Baa3 : obligasi berperingkat Baa merupakan obligasi dengan risiko moderat dan oleh karenanya memiliki karakteristik spekulatif.

2) Peringkat spekulatif

  • Ba1, Ba2, Ba3 : obligasi berperingkat Ba merupakan obligasi dengan elemen spekulatif dan dapat berisiko.
  • B1, B2, B3 : obligasi berperingkat B adalah obligasi yang dianggap spekulatif dan dapat berisiko tinggi
  • Caa1, Caa2, Caa3 : obligasi berperingkat Caa merupakan obligasi yang “tidak kokoh” dan memiliki risiko yang amat tinggi.
  • Ca : obligasi berperingkat Ca adalah obligasi dengan tingkat spekulatif yang tinggi dan kemungkinan atau amat mungkin sekali terjadi gagal bayar namun masih ada harapan atas pengembalian bunga dan pokok hutang.
  • C : obligasi berperingkat C adalah obligasi dengan peringkat terendah dan biasanya gagal bayar dengan kecil kemungkinannya atas pengembalian pokok hutang maupun bunganya.

E. Penilaian Obligasi

  1. Nilai Obligasi dan Yields

Dengan mengetahui besar dan waktu pembayaran kupon, nilai par serta tingkat bunga disyaratkan, maka nilai atau harga obligasi bisa ditentukan dengan cara:

  1. Menentukan nilai sekarang dari pendapatan kupon yang diperoleh setiap tahun,
  2. Menentukan nilai sekarang dari nilai par yang akan diperoleh pada saat obligasi jatuh tempo,
  3. Menjumlahkan nilai sekarang dari pendapatan kupon (1) dan nilai par (2).

Untuk menentukan nilai obligasi pada suatu saat tertentu, maka perlu diketahui jangka waktu sisa umur obligasi sampai dengan jatuh tempo, nilai nominal, kupon, dan suku bunga pasar. Rumus nilai obligasi :

Nilai obligasi = C x {1 – 1/(1+r)t} /r+F/(1+r)t

Keterangan :

F = nilai nominal obligasi

C = Kupon yang dibayarkan setiap periode

t  = jangka waktu sampai dengan jatuh tempo

r  = suku bunga di pasar

Misalkan perusahaan GLOBAL menerbitkan obligasi dengan jangka waktu 10 tahun, dengan menerbitkan nominal Rp1.000.000 dan kupon yang dibayarkan setiap tahun Rp80.000. jika suku bunga pasar sebesar sama dengan coupon rate yaitu 8%, maka nilai obligasi adalah:

Nilai sekarang dari nominal obligasi                  = Rp1.000.000/(1,08)10

                                                                            = Rp1.000.000/2,1589

                                                                            = Rp463.190

Nilai sekarang anuitas dari kupon obligasi         = Rp80.000 x {1-1/(1,08) 10}/0,08

                                                                            = Rp80.000 x {1-1/2,1589}/0,08

                                                                            = Rp80.000 x 6,7101

                                                                            = Rp536.810

Nilai obligasi                                                       = Rp463.190 + Rp536.810

                                                                            = Rp1.000.000

          Dengan demikian jika suku bunga di pasar sama dengan coupon rate, maka nilai obligasi sama dengan nilai nominalnya. Jika suku bunga dipasar lebih tinggi dari padacoupon rate, maka nilai obligasi akan lebih rendah dari nilai nominalnya. Demikian sebaliknya, jika suku bunga di pasar lebih rendah daripada coupon rate, maka nilai obligasi akan lebih tinggi dari nilai nominalnya.

          Jika suku bunga di pasar satu tahun kemudian naik menjadi 10%, maka nilai obligasi perusahaan GLOBAL, untuk sisa umur obligasi 9 tahun adalah:

Nilai sekarang dari nominal obligasi                  = Rp1.000.000/(1,10)9

                                                                            = Rp1.000.000/2,3579

                                                                            = Rp424.100

Nilai sekarang anuitas dari kupon obligasi         = Rp80.000 x {1 – 1/(1,10)9}/0,10

                                                                            = Rp80.000 x {1 – 1/ 2,3579}/0,10

                                                                            = Rp80.000 x 5,7590

                                                                            = Rp460.720

Nilai obligasi                                                       = Rp424.100 + Rp460.720

                                                                            = Rp1.136.030

F. Biaya penerbitan obligasi

 Biaya penerbitan obligasi berdampak mengurangi hasil dari penerbitan obligasi dan menaikkan suku bunga efektif sehinga dapat diperhitungkan sebagai diskonto yang belum diamortisasi. Untuk biaya penerbitan obligasi, memperlakukannya sebagai beban yang ditangguhkan dan mengamortisasikannya selama umur hutang tersebut.

Berikut ini adalah illustrasi akuntansi untuk biaya penerbitan obligasi:

Radit Corporation menjual obligasi surat hutang senilai $20.000.000, berjangka 10 tahun, harga $20.795.000 pada tanggal 1 januari 2002. Biaya penerbitan obligasi $245.000. Ayat jurnalnya untuk 1 Januari 2002:

            Kas                                                                  20.550.000

            Biaya penerbitan obligasi yang belum                 245.000

            Diamortisasi

                        Premi atas hutang obligasi                                          795.000

                        Hutang obligasi                                                       20.000.000

                        (untuk mencatat penerbitan obligasi)

Ayat jurnal untuk 31 Desember @002:

            Beban penerbitan obligasi                                      24.500

                        Biaya penerbitan obligasi                                            24.500

                        Yang belum diamortisasi

F. Penarikan/pelunasan obligasi

Biasanya Penarikan atau Penebusan Obligasi dilakukan jika suku bunga pasar terus mengalami penurunan. Obligasi lama ditarik lalu menerbitkan Obligasi baru dengan tujuan penghematan beban bunga yang harus dibayar perusahaan kepada pemegang obligasi.

Pada saat penarikan obligasi umumnya harga penarikan lebih tinggi dari harga nominal. Perhatikan hukum berikut : 

“Harga penarikan > nilai buku = kerugian penarikan

Harga penarikan < nilai buku = keuntungan penarikan “

Kerugian dan keuntungan dalam penarikan tersebut selanjutnya dilaporkan dalam laporan Laba Rugi sebagai “Pos-Pos Luar Biasa”.

Menghitung Nilai buku Obligasi.

Untuk menghitung nilai buku obligasi perhatikan 2 cara berikut :

1. Nilai nominal obligasi – Disagio yang belum diamortisasi
2. Nilai nominal obligasi + Agio yang belum diamortisasi.

Contoh:

“Perusahaan mengeluarkan obligasi dengan nilai nominal Rp. 100.000.000 Pada tanggal 1 Desember 2006. Perusahaan menarik obligasi tersebut denan kurs 105. Agio yang belum diamortisasi per 1 Des 2006 Rp. 4.125.000”

Jawab :
Harga penarikan = (105/100) × Rp.100.000. 000 = Rp. 105.000.000

Nilai buku obligasi = nominal obligasi + agio yang belum diamortisasi
100.000.000 + 4.125.000 = Rp 104.125.000

Maka :
105.000.000 > 104.125.000 ( selisih 875.000)

Harga penarikan > nilai buku obligasi = kerugian

Jurnal akuntansi untuk mencatat penarikan obligasi tersebut adalah :

Hutang obligasi (D) 100.000.000
Agio obligasi  (D)      4.125.000
Kerugian penarikan(D) 875.000
         Kas   (K)                    105.000.000

*catatan : 
1. jika ada disagio dia ditempatkan di bagian kredit
2. Jika keuntungan penarikan, maka ditempatkan di bagian kredit

G. Penyajian dan analisis

Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun harus dilaporkan sebagai kewajiban lancar, kecuali jika penarikan itu dipenuhi dengan aktiva lain selain aktiva lancar. Jika didanai kembali, dikonversi menjadi saham atau ditarik dari dana pelunasan obligasi, maka harus dilaporkan  sebagai pos tidak lancar dengan catatan penjelasan dalam likuidasinya.

Pengungkapan catatan berisi :

  1. Sifat dari kewajiban
  2. Tanggal jatuh tempo
  3. Suku bunga provisi penarikan
  4. Privillage konversi
  5. Pembatasan yang dikenakan kreditor
  6. Aktiva yang digadaikan sebagai jaminan.

Nilai wajar utang jangka panjang harus diungkapkan untuk mengestimasi nilai wajarnya. Tujuan dari pengungkapan ini adalah membantu pemakai laporan keuangan dalam mengevaluasi jumlah dan waktu dari arus kas masa depan.

Rasio utang terhadap total aktiva mengukur persentase total aktiva yang disediakan oleh kreditor. Perhitungan rasio utang  terhadap total aktiva adalah

    Utang Terhadap Total Aktiva=  Total Debt / Total Asset

Semakin tinggi persentase utang terhadap total aktiva maka semakin tinggi resiko perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo. Rasio berapa kali bunga dihasilkan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar bunga ketika jatuh tempo dengan cara dihitung membagi laba sebelum beban bunga dan pajak penghasilan dengan beban bunga.

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Utang jangka panjang digunakan untuk menunjukan utang-utang yang pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sunber yang bukan dari kelompok aktiva lancar.

Apabila perusaahaan membutuhkan tambahan modal kerja tetapi tidak dapat melakukan emisi saham baru, dapat dipenuhi dengan cara mencari utang jangka panjang. Dalam hal sulit mencari utang yang jumlahnya besar dari satu sumber perusahaan dapat mengeluarkan surat obligasi. Surat obligasi ini akan dapat di jual bila reputasi perusahaan cukup baik dan dipandang akan tetap berdiri selama jangka waktu beredarnya obligasi tersebut. Harga jual obligasi tergantung pada tarif bunga obligasi. Semakin besar bunganya, harga jual obligasi tersebut akan semakin tinggi dan sebaliknya semakin rendah tingkat bunga obligasi harga jualnya akan semakin rendah. Pengeluaran obligasi dari suatu perusahaan dapat dilakukan dengan cara penjualan langsung atau melalui lembaga-lembaga keuangan.

DAFTAR PUSTAKA

Martani dwi,veronica Sylvia, wardhani ratna, farahmita aria, tanujaya Edward, dan hidayat taufik. 2016. AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH Berbasis PSAK, Jakarta: Salemba empat

https://elsameirina.wordpress.com/tag/peringkat-obligasi/

https://forum-ukm.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-jenis-jenis-obligasi-bond.html

http://sitirachmamankeu1.blogspot.co.id/2016/11/obligasi-dan-penilaian-obligasi.html

http://blog.kangsatria.com/2014/09/jurnal-penarikan-penebusan-obligasi.html

https://n2cs.wordpress.com/tag/akuntansi-keuangan-2/page/2/

Demikianlah artikel tentang ” CONTOH MAKALAH LIABILITAS JANGKA PANJANG ” Jika kalian merasa belum puas kalian bisa mengunjugi link ini halangrintang.com

Leave a Reply