Halang Rintang

Semua Pengetahuan Ada Disini

Pengetahuan

Contoh Makalah Hubungan Individu Keluarga Dan Masyarakat

Halangrintang.com – Contoh Makalah Hubungan Individu Keluarga dan Masyarakat. Admin disini mencoba membagikan hasil makalah yang bisa mimin bagikan untuk kalian, jika ada salah kata didalam makalah ini, mimin minta maaf sebesar-besarnya.

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan contoh makalah hubungan individu ini sebagai salah satu tugas kelompok mata kuliah IAD-ISBD dengan judul Individu, Keluarga, dan Masyarakat Serta Problematikanya”.

            Terimakasih kami ucapkan kepada Gita Ade Pradana, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah IAD-ISBD, serta kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik.

            Kami tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapa kesalahan didalamnya. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk makalah ini agar lebih baik lagi. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membimbing dan membantu kami dalam menyusun makalah ini.

Metro, 20 April 2020

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………. 1

Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………………….. 1

Tujuan Pembahasan………………………………………………………………………………………….. 2

BAB II PEMBAHASAN

  1. Individu……………………………………………………………………………………………………. 3
  2. Pengertian Individu………………………………………………………………………………. 3
  3. Pertumbuhan Individu…………………………………………………………………………… 3
  4. Perkembangan Individu………………………………………………………………………… 4
  5. Keluarga…………………………………………………………………………………………………… 6
  6. Pengertian Keluarga……………………………………………………………………………… 6
  7. Fungsi Keluarga…………………………………………………………………………………… 6
  8. Masyarakat……………………………………………………………………………………………….. 7
  9. Pengertian Masyarakat………………………………………………………………………….. 7
  10. Hubungan Individu, Keluarga dan Masyarakat………………………………………………. 9

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan……………………………………………………………………………………………….. 11
  2. Saran………………………………………………………………………………………………………… 12

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………. 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia sebagai makhluk individu tidak dapat di pisahkan antara jiwa dan raganya, oleh karena itu dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah–tengah masyarakat.

Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi.

Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu  menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk.

  • Rumusan Masalah
  • Apa Pengertian Individu?
  • Apa Problematika Individu?
  • Apa Pengertian Keluarga?
  • Apa Problematika Keluarga?
  • Apa Pengertian masyarakat?
  • Apa Problematika Mayarakat?
  • Bagaimana Hubungan Antara Individu Kelompok Dan Masyarakat?

B. Tujuan Pembahasan

Makalah ini di buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah IAD-ISBD dan bertujuan untuk :

  1. Mengetahui pengertian individu, keluarga dan masyarakat
  2. Mengetahui Problematika Individu keluarga dan Masyarakat
  3. Hubungan antara individu, kelompok, dan masyarakat.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Individu

1.      Pengertian-Individu
            Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.

2.      Pertumbuhan-Individu
            Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada materilsesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan dari ada menjadi tidak ada, dari kecil menjadi besar dari sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas, dan lain-lain.

Faktor-faktor Yang Mepengaruhi Pertumbuhan.

1)      Faktor-Biologis.
      Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua memiliki karakteristik fisik yang sama.

2)      Faktor-Geografis.
      Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.

3)      Faktor-Kebudayaan-Khusus
      Perbedaan kebudayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama.

3.         Perkembangan individu

            Manusia pada waktu lahir tampaknya sangat lemah. Keadaan yang tampaknya sangat lemah itu tidak berarti bahwa bayi tidak mempunyai potensi apa-apa atau tidak mempunyai kemungkinan untuk berkembang. Bayi mempunyai banyak kemungkinan untuk berkembang dan juga mempunyai masa muda, mempunyai masa untuk mempersiapkan diri. Bahkan masa mudanya lebih panjang daripada binatang.

            Manusia mempunyai masa muda yang panjang dan masa belajar yang panjang pula, karena :

1)      Tugas – tugas hidup yang dihadapi jauh lebih banyak dan kompleks daripada yang dihadapi oleh binatang

2)      Makin banyak seluk beluk yang terdapat dalam masyarakat, makin banyak pula hal – hal yang harus dipelajari oleh generasi baru dan makin panjanglah masa mudanya.

            Prinsip – prinsip perkembangan pada manusia :

1)      Perkembangan itu mengikuti pola – pola tertentu dan berlangsung secara teratur

2)      Perkembangan itu selalu meuju ke diferensiasi dan integrasi

3)      Pertumbuhan dan perkembangan tidak terjadi secara tiba – tiba

4)      Suatu tingkat perkembangan dipengaruhi oleh sifat perkembangan sebelumnya

5)      Perkembangan itu antara anak yang satu berbeda dengan yang lainnya[1]

Hukum – hukum perkembangan :

1)      Hukum Konvergensi ( Perpaduan )

2)      Hukum Mempertahankan Diri Dan Perkembangan

3)      Hukum Kesatuan Organis

4)      Hukum Tempo Perkembangan

5)      Hukum Irama ( Rythme ) Perkembangan

6)      Hukum Masa Peka

7)      Hukum Perbandingan Di Masa Perkembangan

8)      Hukum Predestinasi ( Hukum Nasib – Takdir )

9)      Hukum Rekapitulasi[2]

Teori – teori perkembangan :

1)      Teori Nativisme ( Nativus = Pembawaan )

Schopenhauer ( Jerman ) berpendapat bahwa perkembangan itu semata – mata ditentukan oleh sesuatu yang telah ada di dalam diri individu yang di bawa sejak lahir.

2)      Teori Empirisme ( Pengalaman )

J. Locke ( Inggris ) berpendapat bahwa perkembangan anak semata  – mata ditentukan oleh pengaruh – pengaruh dari luar.

3)      Teori Konvergensi ( Kerjasama Perpaduan )

W. Stern ( Jerman ) berpendapat bahwa perkembangan anak itu ditentukan oleh proses kerjasama atau perpaduan antara faktor – faktor dalam dan faktor – faktor luar.

4)      Teori Biogenetis = Teori Rekapitulasi = Teori Ulangan

Haeckel ( Jerman ) dan Stanley Hall ( USA ) berpendapat bahwa Ontogenese adalah ulangan daripada phylogenese atau perkembangan suatu makhluk adalah ulangan dari perkembangan seluruh jenisnya.

Konsep – konsep perkembangan :

5)      Konsepsi Asosiasi

Bahwa hakikat perkembangan merupakan proses asosiasi dimana bagian – bagian lebih penting daripada keseluruhan.

6)   Konsepsi Gestalt

Bahwa perkembangan merupakan proses diferensiasi, yaitu proses untuk memisah – misahkan, membedakan.

7)   Konsepsi Neo – Gestalt

Di kenal dengan nama “ Field Teory “ bahwa perkembangan itu di samping proses diferensiasi juga merupkan proses stratifikasi, struktur pribadi digambarkan terdiri dari lapisan- lapisan, makin besar seorang anak maka lapisan ini semakin bertambah.

8)   Konsepsi Sosiologis

Bahwa perkembangan merupakan proses sosialisasi.

9)   Konsepsi Freudianisme

Bahwa sumber pokok dari tingkah laku manusia adalah libido seksualitas, dorongan dari insting yang pada dasarnya belum mengenal batas dan menuntut terpenuhinya dorongan tersebut.

10)  Konsepsi Bio – sosial

“ Living is learning and growing is learning “ Bahwa setiap makhluk hidup harus belajar untuk mempertahankan hidupnya dan karena belajar ia dapat berkembang.[3]

B. Keluarga

1.  Pengertian-Keluarga
            Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

        Macam-macam Fungsi Keluarga :

1)        Fungsi Pendidikan

2)        Fungsi Religius

3)        Fungsi Ekonomi

2.      Fungsi Keluarga

Menurut Friedman 1998 (dalam Setiawati & Santun, 2008), fungsi keluarga adalah :

1)   Fungsi Afektif adalah fungsi internal keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga. Didalamnya terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung dan saling menghargai antar anggota kelurga.

2)   Fungsi Sosialisasi adalah fungsi yang mengembangkan proses interaksi dalam keluarga. Sosialisasi dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi.

3)   Fungsi Reproduksi adalah fungsi keluarga untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.

4)   Fungsi Ekomomi adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya yaitu : sandang, pangan dan papan.

5)   Fungsi Perawatan Kesehatan adalah fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.

C. Masyarakat  

1.Pengertian-Masyarakat.
            Masyarakat merupakan salah satu satuan  sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society, sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.

J.L. Gilin J.P Gillin mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.

     Unsur dari masyarakat ialah :

1)   Harus ada kelompok manusia, dan harus banyak jumlahnya

2)   Telah berjalan dalam waktu yang lama dan bertempat tinggal dalam daerah tertentu

3)   Adanya aturan undang – undang yang mengatur mereka mereka bersama, untuk maju kepada satu cita – cita yang sama

            Golongan Masyarakat :

1)      Masyarakat-Sederhana.
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam.

2)      Masyarakat-Maju.
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.

Perbedaan Antara Masyarakat Non-industri dan Masyarakat Industri :

1)      Masyarakat non Industri.

Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).

a)      Kelompok-Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok ”face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.Sifat interaksi dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok, yaitu menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Contoh-contoh kelompok primer, antara lain : keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar, kelompok agama, dan lain sebagainya.[4]

b)      Kelompok-Sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan.Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional. Obyektif. Para anggota menerima pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan. keahlian tertentu, disamping dituntut dedikasi. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya.[5]

2)      Masyarakat Industri

Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.

3)      In Group dan Out Group

In group ( kelompok dalam ) adalah setiap kelompok yang dipergunakan oleh seseorang untuk mengidentifikasikan dirinya sendiri, sedangkan out group ( kelompok luar ) adalah semuanya berada di luar kelompok dalam.

4)      Gemeinschaft dan Gesellschaft

            Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan bersama dimana terdapat unsur pengikat berupa hubungan batin yang murni yeng bersifat alamiah dan kekal. [6]Gesellschaft dapat diartikan sebagai bentuk ikatan bersama berupa ikatan lahir yang bersifat pokok dalam jangka waktu tertentu.

5)      Formal Group dan Informal Group

Formal group adalah suatu kelompok sosial yang di dalamnya terdapat tata aturan yang tegas yang sengaja dibuat untuk mengatur antar hubungan para anggotanya. Informal group adalah kelompok sosial yang tidak mempunyai struktur dan organisasi permanen.

6)      Community

Community adalah kelompok yang memperhitungkn keanggotaannya berdasarkan hubungan anggotanya dengan lingkungan setempat.

D.  Hubungan Antara Individu,Kelompok, Dan Masyarakat

Aspek individu, kelompok, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Jika tidak ada individu maka tidak ada kelompok, jika tidak ada kelompok tidak akan ada keluarga, jika tidak ada keluarga tidak akan masyarakat. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya.

Sedangkan menurut paham individualistis, hubungan individu & masyarakat menyatakan bahwa dalam kehidupan seorang individu, kepentingan & kebutuhan individu lebih penting dari pada kebutuhan & kepentingan masyarakat. Individu yang menentukan corak masyarakat yang diinginkan. Paham individualistis juga disebut atomisme.  berpendapat bahwa hubungan antara individu itu seperti hubungan atom-atom yang membentuk molekul. 

J.J. Rousseau (1712-1778), dalam bukunya yang berjudul “Kontrak Sosial” menjelaskan paham liberalisme & individualisme dalam suatu kalimat yang terkenal : “Manusia itu dilahirkan merdeka, tetapi dimana-mana dibelenggu”.

Hubungan individu dalam masyarakat, yaitu bahwa hidup bermasyarakat adalah ciptaan & usaha manusia sendiri. Manusia berkeluarga, lalu berkelompok.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Contoh Makalah Hubungan Individu – Manusia adalah sebagai makhluk individu dalam arti tak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya. Oleh karena itu dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah – tengah masyarakat. Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan di dalamnya adalah sebagai wahana di mana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi.

Contoh Makalah Hubungan Individu – Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di masyarkat yang cukup majemuk. Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi, yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujua bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai input bagi keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut.

Contoh Makalah Hubungan Individu – Individu yang berada dalam suatu masyarakat tertentu berati ia bera pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala – gejalanya. Karena di sini akan terlihat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.

B. Saran

Kami selaku penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran pembangun dari pembaca sangat disarankan demi penyempurnaan makalah-makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi, Drs. H, 1975, Pengantar Sosiologi, Semarang, Ramadhani

Aziz,Arnicun dan Hartomo, 1990, Ilmu Sosia Dasar, Jakarta, PT. Bumi Aksara

http://alfiskaoktayati.blogspot.co.id/2013/06/materi-ips-tentang-individu-kelompok.html

http://muchad.com/hubungan-antara-individu-keluarga-dan-masyarakat.html

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

Demikianlah artikel tentang ” Contoh Makalah Hubungan Individu ” Jika kalian merasa belum puas kalian bisa mengunjugi link ini halangrintang.com

Leave a Reply

Theme by Anders Norén